Medan

Menanam Harapan di Bantaran Sungai Bedera

×

Menanam Harapan di Bantaran Sungai Bedera

Sebarkan artikel ini
Menanam Harapan di Bantaran Sungai Bedera

Peringati World Cleanup Day, Relawan Rumah Zakat Medan Gelar VOGREEN

Medan — Langit Medan Marelan tampak mendung ketika sekitar 25 orang berkumpul di bantaran Sungai Bedera, Jalan Baru/Andansari, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (20/9/2026).

Gerimis yang sesekali turun tidak menghalangi langkah mereka. Dengan semangat yang sama, para relawan mulai memungut sampah di sekitar bantaran sungai dan menanam pohon. Bagi mereka, kegiatan itu bukan sekadar mengisi peringatan World Cleanup Day, melainkan sebuah cara sederhana untuk mengingatkan bahwa menjaga lingkungan selalu dimulai dari tindakan kecil.

Kegiatan tersebut digelar Relawan Rumah Zakat Medan melalui program Volunteer Go Green (VOGREEN) dengan mengusung tema “Aksi Bersih-Bersih dan Penanaman Pohon”.

Kegiatan menjadi ruang kolaborasi antara Relawan Rumah Zakat Medan, relawan umum, Yayasan Anugerah Hijau Indonesia (YAHI), Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Sembilan Bintang, Indonesia Membaca, serta masyarakat sekitar.

Sekitar 25 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas sembilan Relawan Rumah Zakat Medan dan 16 relawan kolaborasi. Unsur pemerintahan setempat turut hadir, di antaranya Camat Medan Marelan Zulkifli S. Pulungan, S.STP., M.AP., Lurah Terjun A. Zukri Al Rasyid, S.Sos., M.I.P., serta Kepala Lingkungan Bambang Santoso.

Menanam Harapan di Bantaran Sungai Bedera

Kegiatan diawali sambutan Koordinator Relawan Rumah Zakat Medan, Dini Fakhira Bahari, dan Bambang Santoso yang mewakili Kelurahan Terjun. Setelah doa bersama, peserta kemudian bergerak menuju area bantaran sungai untuk memulai aksi bersih-bersih.

BACA JUGA  Peduli Masa Depan Pendidikan, Wakil Wali Kota Medan Minta Fasilitas SDN 066667 Denai Segera Diperbaiki

Sampah yang berserakan dikumpulkan. Pada saat yang sama, sejumlah pohon ditanam sebagai simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada membersihkan sesuatu yang sudah kotor, tetapi juga merawat dan menumbuhkan sesuatu yang baru.

Penanaman pohon secara simbolis dilakukan Bambang Santoso sebagai perwakilan Kelurahan Terjun.

Ia mengapresiasi kegiatan VOGREEN dan berharap gerakan serupa tidak berhenti pada satu kegiatan.

“Ini merupakan aktivitas yang bagus. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena sangat dibutuhkan untuk lingkungan sekitar, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk ke depannya,” ungkap Bambang.

Cuaca mendung bahkan sempat disusul gerimis ringan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari cerita pagi itu. Para peserta tetap melanjutkan kegiatan hingga aksi bersih-bersih dan penanaman pohon selesai.

Menanam Harapan di Bantaran Sungai Bedera

Dari Sampah, Tumbuh Kesadaran

Di balik kegiatan yang terlihat sederhana itu, terdapat pengalaman personal yang berbeda-beda dari setiap peserta.

Nazwa, peserta yang datang dari kawasan Jalan William Iskandar (Pancing), mengaku kegiatan tersebut menggugah hatinya. Baginya, VOGREEN bukan sekadar cara mengisi waktu luang, tetapi juga kesempatan untuk bertemu orang-orang baru sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengambil tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Setidaknya selama hidup kita punya satu pohon yang kita tanam. Dari situ kita belajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Putri, yang baru pertama kali mengikuti kegiatan kerelawanan. Ia mengaku senang mendapatkan pengalaman sekaligus wawasan baru.

BACA JUGA  Pelindo Regional 1 Dukung Car Free Day di Belawan, Dorong Lingkungan Sehat dan Kebersamaan Masyarakat

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan seharusnya tidak dimulai dari sesuatu yang besar. Kesadaran itu dapat tumbuh dari hal paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: sampah yang dihasilkan sendiri.

“Peduli lingkungan itu diawali dari peduli terhadap sampah kita sendiri. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita,” tuturnya.

Suci, peserta dari Indonesia Membaca, juga mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Ia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam penanaman pohon dan berharap pengalaman itu dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.

Pesan yang muncul dari para peserta pun sebenarnya sederhana: lingkungan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan manusia. Ia berada di sekitar kita, dan karena itu tanggung jawab menjaganya pun berada di tangan setiap orang.

Tidak Sekadar Menanam

Setelah aksi bersih-bersih dan penanaman pohon, suasana kegiatan berlanjut lebih santai. Para peserta mengikuti sesi perkenalan dan ice breaking untuk membangun keakraban.

Namun, kegiatan belum selesai.

Peserta kemudian mengikuti sesi edukasi dan tanya jawab bersama Muhammad Hujairi Khoir, Ketua Divisi Sosial Kemanusiaan Relawan Rumah Zakat Medan.

Dengan latar belakang di bidang pertanian, Hujairi membagikan pengetahuan mengenai teknik menanam yang baik, pemilihan jenis pohon yang sesuai, hingga penggunaan pupuk.

Sesi tersebut memberi dimensi lain pada kegiatan VOGREEN. Menanam pohon bukan sekadar menggali tanah, memasukkan bibit, kemudian meninggalkannya. Ada pengetahuan dan tanggung jawab yang dibutuhkan agar apa yang ditanam hari itu dapat tumbuh dan memberi manfaat dalam jangka panjang.

BACA JUGA  Jelang Konferensi PWI Sumut November, Farianda: Ini Pesta Gembira, Jangan Saling Fitnah dan Pecah Belah

Dengan demikian, kegiatan lingkungan tidak berhenti pada aksi simbolis. Peserta juga diajak memahami bagaimana merawat apa yang telah mereka mulai.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan permainan dan makan bersama. Suasana hangat dan penuh kebersamaan menjadi penutup setelah peserta menghabiskan waktu bersama di bantaran Sungai Bedera.

Muhammad Darish selaku penanggung jawab kegiatan berharap aksi-aksi lingkungan seperti VOGREEN dapat terus dilaksanakan dan melibatkan semakin banyak pihak.

Harapan itu sekaligus menjadi pesan penting dari kegiatan tersebut.

Sebab, persoalan lingkungan sering kali terasa terlalu besar ketika hanya dilihat dari skalanya. Sampah yang memenuhi sungai, kerusakan ekosistem, hingga perubahan iklim adalah persoalan yang tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.

Namun, perubahan juga tidak mungkin dimulai tanpa tindakan kecil.

Di bantaran Sungai Bedera, para relawan memilih memulainya dengan memungut sampah dan menanam pohon.

Dua tindakan sederhana yang mungkin tidak langsung mengubah wajah lingkungan secara keseluruhan. Tetapi dari tangan-tangan yang bekerja bersama itu, tumbuh satu kesadaran: bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan orang lain.

Ia dimulai dari diri sendiri, dari sampah yang kita hasilkan, dari pohon yang kita tanam, dan dari kesediaan untuk merawatnya setelah kegiatan berakhir.