Kalsel, titik24.com | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan makin meluas hingga mendekati area permukiman maupun fasilitas umum masyarakat.
Salah satunya di kawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Api karhutla mulai mendekati bangunan rumah sakit, setelah sebelumnya dikepung dengan paparan kabut asap pekat pada Selasa, 22 September 2026.
Kondisi tersebut membuat para pasien yang ada di RSJ Sambang Lihum harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
167 Pasien Dipindahkan ke Tempat Aman
Sebuah video viral di jagat maya, diunggah oleh akun Threads @deelsohaneul menunjukkan api besar membara terlihat dari sebuah ruangan rawat inap.
“Kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Selatan udah deket banget ke RSJ Sambang Lihum, para pasien sampai harus dievakuasi. Sampai kapan bakal kaya gini ya Allah,” tulisnya dalam video yang dibagikan pada Selasa, 22 September 2026.
Adapun menurut keterangan pihak rumah sakit, setidaknya ada sekitar 167 pasien yang dipindahkan ke ruangan yang lebih aman.
Evakuasi sementara masih dilakukan secara internal, namun pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan Dinsos untuk lokasi alternatifnya.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinsos dan salah satu fasilitas yang disiapkan adalah aula Balai Rehabilitasi Sosial yang mampu menampung sekitar 150 orang,” ujar Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora dalam keterangannya kepada awak media, dikutip pada Rabu, 23 September 2026.
Lokasi alternatif tersebut berada di luar kawasan RSJ, menurutnya akan menjadi opsi lain jika asap dan kebakaran di sekitar rumah sakit belum terkondisikan dengan baik.
RSJ Sambang Lihum Berdiri di Area Tanah Gambut
Menurut keterangan Yuddy, kebakaran tersebut sudah berlangsung sejak minggu lalu hingga akhirnya api mulai mendekati bangunan rumah sakit.
“Sejak pekan lalu kebakaran merambah areal rumah sakit dan semakin parah, sehingga pasien harus kita evakuasi ke ruang-ruang yang masih aman,” imbuhnya.
Api yang mudah merembet tersebut disebabkan karena rumah sakit berdiri di lahan seluas 20 hektare dan sebagian besar masih dipenuhi dengan semak belukar.
“Sekitar 6 hektare digunakan untuk bangunan dan fasilitas rumah sakit, sedangkan 14 hektare lainnya masih berupa kawasan berhutan,” terang Yuddy.
“Dari 14 hektare itu hampir semua terdampak, cuma titik apinya saja yang tersebar. Untuk area yang agak besar kemarin mungkin sekitar dua hektare,” tuturnya.
Pemadaman Kebakaran di Area Rumah Sakit
Upaya pemadaman yang dilakukan, salah satunya dengan pembersihan lahan di area sekitar rumah sakit.
Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi munculnya titik api dan asap sisa kebakaran.
Posko penanganan juga didirikan pada Rabu, 23 September 2026 usai pasien terdampak dievakuasi.
“Kita mulai posko di sini. Kemudian besok kita clean clearing di sini, supaya jangan ada lagi asap. Kalau sudah ada api, habis itu dipadamkan, ada lagi api hari ini. Jadi terpaksa kita clean clearing supaya di sekitar ini tidak ada lagi,” ucap Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dalam kunjungannya ke RSJ Sambang Lihum.
Upaya pemadaman juga dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai unsur terkait.





