Medan | Titik24 – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes, menegaskan kasus Influenza A di Kota Medan masih dalam kondisi terkendali dan tidak berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berdasarkan data Sentinel ILI Puskesmas Teladan dan Aplikasi Nasional NAR, Surya merinci, pada tahun 2025 tercatat 39 kasus Influenza A-H1N1 pdm dan 5 kasus Tipe B/Victoria. Sementara tahun 2026 hingga September tercatat 32 kasus Influenza A dengan rincian H1-pdm09 sebanyak 27 kasus dan H3 sebanyak 5 kasus, serta Tipe B/Victoria 3 kasus.
“Dari data 2 tahun terakhir angkanya cenderung sama, tidak ada kenaikan kasus yang signifikan. Untuk data terakhir September 2026 saja, Tipe A ada 20 kasus, dengan rincian H1 18 kasus dan H3 2 kasus, serta Tipe B 2 kasus,” jelas dr. Surya saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Ia menyebut lonjakan kasus dipicu oleh perubahan cuaca yang ekstrem, hujan dan panas yang silih berganti secara cepat sehingga adaptasi fisik masyarakat sulit mengikuti.
Surya mengungkapkan, tingkat keparahan Influenza A sangat bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Jika pasien memiliki penyakit penyerta (komorbid), maka diperlukan penanganan rawat inap. Jika tidak ada komorbid, cukup dengan rawat jalan.
“Kelompok usia yang banyak terjangkit terutama anak-anak dan remaja dan cenderung wanita. Sampai saat ini belum ada pasien yang meninggal karena Influenza A dan belum ada laporan pasien Influenza A yang dirawat di RS, kebanyakan rawat jalan,” tegasnya.
Untuk pelayanan, Surya memastikan seluruh Puskesmas di Kota Medan masih memadai baik dari sisi alat dan obat, serta ruang perawatan tersedia di seluruh rumah sakit di Kota Medan.
Ia menjelaskan perbedaan Influenza Tipe A gejalanya sedikit lebih berat dibanding Tipe B, seperti demam tinggi atau menggigil, flu, batuk, nyeri tenggorokan dan suara serak, nyeri kepala dan pegal linu, mual muntah hingga gangguan pencernaan dan diare yang lebih sering pada anak-anak, serta kelelahan.
“Karena penularan influenza melalui udara (droplet), sebaiknya yang sehat juga pakai masker, apalagi yang sakit sangat disarankan menggunakan masker,” imbaunya.
Terkait vaksinasi, Dinkes menganjurkan vaksinasi flu setahun sekali, terutama bagi yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri seperti umroh. Saat ini vaksin masih berbayar dan tersedia di RS swasta, RSUD, dan klinik tertentu.
Ia berpesan kepada masyarakat, khususnya orang tua, untuk melengkapi anak dengan masker saat ke sekolah maupun ke tempat umum.
“Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun di air mengalir, terapkan etika batuk dan bersin, kurangi kontak dekat ketika sedang sakit, dan istirahat yang cukup. Jika gejala berat seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, lemah, dan nyeri otot-sendi, segera periksakan diri ke Puskesmas atau FKTP terdekat,” pungkasnya.(Rfs)





