Headline

Pemko Medan Turun Tangan! 17 Siswa SDN 060870 Sakit Usai Santap MBG, Erfin: Hasil Lab Penentu Penyebab

×

Pemko Medan Turun Tangan! 17 Siswa SDN 060870 Sakit Usai Santap MBG, Erfin: Hasil Lab Penentu Penyebab

Sebarkan artikel ini
Pemko Medan Turun Tangan! 17 Siswa SDN 060870 Sakit Usai Santap MBG, Erfin: Hasil Lab Penentu Penyebab
Pemko Medan Turun Tangan! 17 Siswa SDN 060870 Sakit Usai Santap MBG, Erfin: Hasil Lab Penentu Penyebab (Jum'at, 9/10/2026).

MEDAN | Titik24.com

Pemerintah Kota (Pemko) Medan turun tangan menyikapi dugaan keracunan yang dialami 17 siswa SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Simpang Jalan Bilal, Kecamatan Medan Timur, setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, mendatangi Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSU IPI) Medan untuk memastikan para siswa memperoleh penanganan medis yang memadai.

Erfin mengatakan, kedatangannya merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Medan agar pemerintah memastikan kondisi anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.

BACA JUGA  KAMAK Desak KPK Bongkar Tuntas Aliran Rp3,5 Miliar Perkara DJKA Medan

“Kami mendapat perintah dari Pak Wali, saya bersama yang lain ingin memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita yang mengalami keracunan,” ujar Erfin kepada wartawan, Jumat sore.

Menurut Erfin, sebanyak 17 siswa mengalami reaksi berupa mual dan muntah. Para guru segera membawa siswa yang mengalami keluhan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pertolongan medis.

Meski terdapat dugaan keterkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, Pemko Medan belum menetapkan penyebab pasti kejadian tersebut.

Erfin menegaskan, dugaan bahwa susu dalam paket MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Kita belum bisa menyatakan seperti itu, tapi indikasinya memang karena faktor makanan. Nanti hasil lab yang bisa menyatakan penyebabnya,” katanya.

BACA JUGA  Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Status Siaga, 615 Warga Mengungsi dan Penerbangan Kualanamu Terdampak

Menu yang dikonsumsi para siswa dilaporkan terdiri atas nasi, sayur, susu, dan buah. Seluruh komponen makanan tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan faktor yang memicu munculnya keluhan pada para siswa.

Perkembangan penanganan pada Jumat sore menunjukkan 11 siswa telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka stabil. Sementara enam siswa lainnya masih menjalani observasi medis lantaran masih mengalami mual atau keluhan lain yang memerlukan pemantauan.

Pemko Medan juga mengingatkan agar pelaksanaan program MBG menjadi bahan evaluasi, terutama dalam memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Evaluasi tersebut penting mencakup keamanan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada para siswa.

BACA JUGA  Dewan Pers dan Menkum Perjuangkan Hak Cipta Jurnalistik, Penggunaan untuk Pelatihan AI Jadi Sorotan

Di sisi lain, hasil pemeriksaan medis, uji laboratorium, dan investigasi instansi berwenang diperlukan untuk menentukan penyebab kejadian secara objektif.

Pemko Medan memastikan perhatian utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan para siswa. Masyarakat juga diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyimpulkan bahwa komponen makanan tertentu menjadi penyebab kejadian tersebut.*(Red01)*