Ekonomi

TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu dan Ayam Rp35 Ribu per Kg

×

TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu dan Ayam Rp35 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu dan Ayam Rp35 Ribu per Kg
TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu dan Ayam Rp35 Ribu per Kg. Pasar Sukaramai, Senin (11/10/2026).

MEDAN | Titik24.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan intervensi harga cabai merah dan daging ayam potong di sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi daya beli masyarakat.

Intervensi yang dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) tersebut mendorong penurunan harga cabai merah menjadi Rp55.000 per kilogram (kg), dari sebelumnya berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 per kg. Sementara harga daging ayam potong turun menjadi Rp35.000 per kg, dari sebelumnya Rp40.000 hingga Rp50.000 per kg.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap, mengatakan intervensi dilakukan untuk merespons kenaikan harga kedua komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Hari ini, TPID Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan intervensi harga cabai merah dan daging ayam sekaligus memantau perkembangan harga bahan pokok penting lainnya di sejumlah pasar di Kota Medan,” ujar Dedi saat memberikan keterangan di sela-sela pemantauan di Pasar Sukaramai, Medan.

BACA JUGA  Digitalisasi Jadi Kunci UMKM Sumut Naik Kelas, Pj Sekdaprov Dorong Perluasan Pasar

Menurut Dedi, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus pelaksanaan arahan Gubernur Bobby Nasution agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga.

TPID Sumut Intervensi Pasar, Harga Cabai Merah Turun Jadi Rp55 Ribu dan Ayam Rp35 Ribu per Kg

Kegiatan intervensi melibatkan Disperindag ESDM Sumut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Sumut, Bank Indonesia, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut.

Sejumlah pasar menjadi sasaran kegiatan tersebut, yakni Pasar Sukaramai, Pasar Palapa atau Brayan, Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Delitua, Pasar Tanjung Morawa, dan Pasar Kampung Lalang.

Dedi menegaskan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan intervensi berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga pangan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar intervensi ini tepat sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi di Sumatera Utara,” katanya.

Ia menambahkan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok akan dilanjutkan hingga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA  Ekspansi Data Center Butuh Listrik Andal, Siapa Emiten yang Berpeluang Diuntungkan?

Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu, mengatakan intervensi tersebut merupakan bentuk kolaborasi antarlembaga untuk mengendalikan inflasi, mengingat cabai merah dan daging ayam potong termasuk komoditas yang berkontribusi terhadap perubahan harga pangan.

“Sebagaimana tadi disampaikan Pak Kadis Perindag bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi di Sumut, mengingat dua komoditas tersebut merupakan bagian dari penyumbang inflasi,” ujarnya.

Swangro menjelaskan, cabai merah yang disalurkan dalam kegiatan tersebut dipasok langsung dari kelompok petani dengan jumlah hampir satu ton. Pasokan langsung diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan barang dan memperlancar distribusi kepada masyarakat.

“Di samping monitoring yang dilakukan secara terus-menerus, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan untuk menjaga daya beli masyarakat lewat kolaborasi aktif dengan pihak-pihak terkait seperti Disperindag ESDM dan Bank Indonesia,” katanya.

Penurunan harga tersebut mendapat sambutan positif dari pedagang. Rahmiyati, pedagang cabai merah yang telah berjualan selama 35 tahun di Pasar Sukaramai, berharap harga tetap stabil sehingga petani, pedagang, dan konsumen sama-sama memperoleh manfaat.

BACA JUGA  Survei IDM: 89,3 Persen Pengguna Puas, Layanan Pelindo Dinilai Cepat, Andal, dan Berorientasi Pelanggan

“Kami berharap harga ini tetap stabil sehingga semuanya mampu membeli. Petani tidak rugi dan pedagang seperti kami enak menjualnya, masyarakat pun tetap bisa membeli,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga harga pangan dan berharap kebijakan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan.

“Tentunya kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, semoga harganya terus stabil seperti ini,” pungkasnya.

Harapan serupa disampaikan Siti Khadijah, pedagang ayam potong di Pasar Sukaramai. Ia berharap harga Rp35.000 per kg dapat dipertahankan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas perdagangan berjalan lancar.

“Mudah-mudahan jangan sifatnya sementara, kalau sudah mahal pembeli nggak ada. Kalau Rp35 ribu/kg ini sudah standar, tolong jangan sifatnya ini sementara,” ucapnya.

Pemprov Sumut bersama TPID akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar. Melalui intervensi harga, distribusi pasokan langsung dari petani, serta koordinasi lintas instansi, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga secara berkelanjutan sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.*(Red01)*