JEMBER | Titik24.com
Kematian seorang pria berinisial AW saat menonton karnaval sound horeg di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Jember, menuai beragam reaksi di media sosial.
Dalam momen banyak orang berkomentar yang menyalahkan sound horeg atas kejadian tersebut, anak korban akhirnya buka suara untuk meluruskan informasi yang beredar.
Melalui kolom komentar akun Instagram @jember24jam, Ceca menjelaskan bahwa ayahnya tidak mengeluhkan sakit sebelum berangkat menonton karnaval pada Sabtu (10/10/2026) malam.
Ia juga menduga sang ayah kelelahan karena baru pulang bekerja sebelum mendatangi acara tersebut.
Meski begitu, Ceca menegaskan keluarganya tidak menyalahkan sound horeg atas kejadian yang menimpa AW.
“Mungkin saja kecape an karna pulang kerja, juga tidak ada unsur menyalahkan sound system,” tutur Ceca dalam kolom komentar diakses pada Selasa, (13/10/2026).
Hal lain yang diungkap Ceca adalah kecintaan ayahnya terhadap hiburan sound horeg.
Menurutnya, AW memang menyukai sound horeg dan ingin memenuhi keinginan anaknya untuk menonton karnaval.
“Jujur ayah saya juga suka sound horeg, ayah seharian kerja pulang sore pengen nurut in kemauan anak nya, nama nya juga orang tua pengen ngeliat anak nya seneng, ini sudah takdir tuhan, saya sebagai anak juga tidak berkeingin an seperti ini,” sambungnya.
Ceca juga meminta warganet menjaga komentar agar tidak menambah kesedihan keluarga yang sedang berduka.
Ia berharap masyarakat lebih mengutamakan doa bagi sang ayah daripada menyampaikan komentar yang tidak baik.
“Semoga ayahku husnul khotimah di tempatkan di tempat yg baik sebaik baiknya, diterima semua amal kebaikan nya, mohon tidak berkomentar yg tidak baik ya, ayah sudah tenang disana, terimakasih semua yg sudah mendoa kan ayah saya, cintaku selamanya untuk ayah,” pungkasnya.
Sebelumnya, AW, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember, dilaporkan meninggal dunia saat menyaksikan karnaval sound horeg di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari.*(Red01)*





