Daerah

Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Informasi ISPU 1.300 Perlu Verifikasi

×

Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Informasi ISPU 1.300 Perlu Verifikasi

Sebarkan artikel ini
Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Informasi ISPU 1.300 Perlu Verifikasi
Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Informasi ISPU 1.300 Perlu Verifikasi.

PALANGKA RAYA | Titik24.com

Kondisi langit di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tampak kecokelatan di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Situasi tersebut menjadi perhatian setelah beredar informasi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Jekan Raya yang disebut mencapai angka 1.300 pada Rabu (14/10/2026) pukul 11.00 WIB.

Informasi tersebut dibagikan seorang pengguna media sosial Threads melalui akun @oki***. Dalam unggahannya, pengguna tersebut menyoroti kondisi di Kalimantan Tengah yang dikaitkan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Today di Kalimantan Tengah, imbas kebakaran hutan dan lahan a.k.a. wildfires,” tulis akun tersebut, Rabu (14/10/2026).

Meski demikian, angka ISPU 1.300 yang beredar di media sosial masih perlu dikonfirmasi melalui data resmi instansi pemantau kualitas udara. Kepastian mengenai nilai tersebut harus memperhatikan lokasi stasiun pemantauan, waktu pengukuran, serta parameter pencemar yang digunakan.

BACA JUGA  Viral Pria Meninggal saat Karnaval Sound Horeg di Jember, Anaknya Buka Suara di Tengah Ramainya Kecaman

Dalam klasifikasi ISPU Indonesia, nilai di atas 300 termasuk kategori berbahaya. Apabila angka yang beredar itu terkonfirmasi, kondisi tersebut menunjukkan pencemaran udara pada tingkat yang sangat serius dan membutuhkan langkah perlindungan bagi masyarakat.

Warna langit yang berubah menjadi cokelat dapat berkaitan dengan keberadaan asap dan partikel di atmosfer. Namun, tampilan visual saja tidak cukup untuk memastikan tingkat pencemaran udara maupun besarnya konsentrasi partikel yang terkandung di dalamnya.

Asap karhutla dapat mengandung partikel halus PM2.5 yang berisiko masuk jauh ke dalam paru-paru. Paparan partikel tersebut dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta gangguan pernapasan. Bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, paparan polusi udara juga dapat memperburuk kondisi kesehatan.

BACA JUGA  BAZNAS Madina Salurkan Program Madina Peduli dan Madina Makmur di Dua Kecamatan

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara memburuk.

Warga di kawasan terdampak asap disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat atau lebih buruk. Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, penggunaan respirator seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel halus.

Masyarakat juga perlu memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi dan mengikuti imbauan pemerintah setempat. Apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan serius saat terpapar asap, warga sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi tantangan tersendiri, terutama di kawasan lahan gambut. Kebakaran pada lahan jenis ini dapat menjalar hingga lapisan organik di bawah permukaan tanah. Akibatnya, titik api berpotensi bertahan meskipun api di permukaan telah dipadamkan dan dapat kembali muncul dalam kondisi tertentu.

BACA JUGA  DPC ABPEDNAS Deli Serdang Ucapkan Selamat Hari Lahir Kejaksaan ke-81

Upaya pemadaman, patroli, pemantauan titik api, serta pencegahan kebakaran perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran dan dampak asap terhadap masyarakat.

Di tengah beredarnya informasi mengenai ISPU yang mencapai angka sangat tinggi, keakuratan data menjadi faktor penting. Publik membutuhkan informasi yang terverifikasi mengenai kondisi udara agar dapat mengambil langkah perlindungan secara tepat, sementara perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tetap perlu dipantau.*(Red01)*