Medan, Titik24 – Di tengah gempuran mobil listrik yang kian marak di jalanan Kota Medan, eksistensi mobil tua atau yang akrab disapa motuba (mobil tua bangka) ternyata masih bertahan. Bahkan, penggemar setianya terus bertambah.
Jika mobil listrik menawarkan teknologi canggih, senyap, dan ramah lingkungan, mobil tua justru menawarkan sensasi yang tidak bisa ditiru: raungan mesin yang khas, desain klasik yang tak lekang oleh waktu, serta nilai sejarah dan prestise di baliknya.
Pantauan di sejumlah sudut Kota Medan, Minggu (20/9/2026), masih mudah ditemui mobil keluaran tahun 60-an hingga 70-an yang masih wara-wiri mulus di jalan. Mulai dari Toyota Corolla KE30 yang legendaris hingga sedan Fiat klasik, masih setia digunakan pemiliknya untuk aktivitas harian maupun sekadar nongkrong komunitas.
“Saya lebih suka mobil tua, perawatannya gampang dan tidak rewel. Spare part masih ada, baik di toko maupun online. Bensin juga irit,” ujar Sandy, pemilik Toyota Corolla KE30, saat ditemui.
Senada, salah satu pegiat komunitas mobil klasik di Medan mengatakan tren mobil listrik tidak membuat mereka beralih haluan. Justru saat ini, mobil tua naik kelas menjadi hobi sekaligus investasi yang menjanjikan.
“Mobil listrik itu masa depan, mobil tua itu warisan. Keduanya bisa hidup berdampingan. Sekarang harga mobil tua yang terawat malah makin mahal, jadi investasi,” katanya.
Fenomena ini membuktikan di tengah modernisasi industri otomotif, kecintaan terhadap mobil klasik di Medan belum punah. Bagi mereka, mobil tua bukan sekadar alat transportasi, melainkan identitas, cerita, dan gaya hidup.(Mi)




