NasionalReligiSumut

Ustadz Muhammad Iwan Tarigan: Suka Tidak Suka, Semua Atas Ketentuan Allah SWT

×

Ustadz Muhammad Iwan Tarigan: Suka Tidak Suka, Semua Atas Ketentuan Allah SWT

Sebarkan artikel ini
Ustadz Muhammad Iwan Tarigan: Suka Tidak Suka, Semua Atas Ketentuan Allah SWT

Deli Serdang, Titik24 – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat pekan ini. Tausiah disampaikan oleh Ustadz Muhammad Iwan Tarigan, Pegiat Dakwah Muda yang juga aktif sebagai Staf Pengajar di SMP Nahdlatul Ulama Deli Serdang dan Staf Pengajar di Pondok Pesantren Darul Hasanah Desa Petangguhan, Galang, Kab. Deli Serdang.

Dalam khutbahnya yang bertema “Suka Atau Tidak Suka, Semua Terjadi Atas Ketentuan Allah SWT”, Ustadz Iwan mengajak jamaah untuk merenungi hakikat hidup sebagai hamba.

“Tidak semua yang kita inginkan akan menjadi kenyataan, dan tidak semua yang kita hindari akan menjauh. Ada kalanya kita menginginkan kebahagiaan, tetapi yang datang justru ujian,” ujar Ustadz Iwan membuka tausiah.

BACA JUGA  Audiensi di Kantor Gubsu, Bobby Nasution Restui Rakerwil Abpednas Sumut

Beliau menegaskan sikap seorang mukmin adalah beriman kepada takdir, bersabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, dan tetap berikhtiar.

1. Semua Terjadi dalam Ketentuan Allah (QS. Al-Hadid: 22)

 مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ

“Tidak ada bencana apa pun yang menimpa di bumi dan tidak pula yang menimpa dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya.”(QS. Al-Hadid: 22)

Ustadz Iwan menjelaskan, takdir adalah keyakinan hati, sedangkan ikhtiar adalah tanggung jawab. Beriman pada takdir bukan alasan untuk malas berusaha.

2. Yang Kita Benci Bisa Jadi Baik Bagi Kita (QS. Al-Baqarah: 216)

BACA JUGA  Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Rivai Nasution: Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

 وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”(QS. Al-Baqarah: 216)

3. Sikap Mukmin: Syukur dan Sabar

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999)

Jika senang ia bersyukur, jika susah ia bersabar. Keduanya menjadi kebaikan.

4. Jangan Larut dalam Penyesalan Masa Lalu

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

“Bersungguh-sungguhlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.”(HR. Muslim No. 2664)

BACA JUGA  BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung 

Masa lalu untuk pelajaran, masa depan untuk dipersiapkan dengan doa dan usaha.

5. Ridha Tanpa Berhenti Berusaha

Ridha bukan berarti menyukai kesulitan atau berhenti berikhtiar. Ridha adalah menerima kenyataan dengan iman, tidak menyalahkan Allah, dan tetap memperbaiki keadaan sesuai tuntunan agama.

Tausiah ditutup dengan doa yang menyentuh hati “Ya Allah, jika hidup sesuai harapanku jadikan aku hamba yang bersyukur. Jika tidak sesuai keinginanku, jadikan aku hamba yang bersabar.”

Jumat (16/10/2026)