Profil

70 Tahun Bersama Mahathir, Siti Hasmah Dimakamkan dengan Penghormatan Kenegaraan

×

70 Tahun Bersama Mahathir, Siti Hasmah Dimakamkan dengan Penghormatan Kenegaraan

Sebarkan artikel ini
70 Tahun Bersama Mahathir, Siti Hasmah Dimakamkan dengan Penghormatan Kenegaraan
70 Tahun Bersama Mahathir, Siti Hasmah Dimakamkan dengan Penghormatan Kenegaraan. Senin, 28/9/2026.

MEDAN | Titik24.com  

Setelah mendampingi Tun Dr Mahathir Mohamad selama sekitar tujuh dekade, perjalanan hidup Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali berakhir di usia 100 tahun. Siti Hasmah dimakamkan di Pusara Negara, Presint 20, Putrajaya, Malaysia, Senin (28/9/2026).

Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara (IJN) pada Senin pagi sekitar pukul 09.20 waktu setempat. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh putranya, Tan Sri Mokhzani Mahathir.

Pemerintah Malaysia kemudian memberikan penghormatan kenegaraan kepada Siti Hasmah. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengarahkan Kepala Sekretaris Negara dan Panglima Angkatan Tentara Malaysia untuk membantu pelaksanaan upacara pemakaman tersebut.

Kisah Cinta yang Berlangsung 70 Tahun

Siti Hasmah dan Mahathir bukan hanya dikenal sebagai pasangan mantan perdana menteri dan ibu negara. Keduanya telah melalui perjalanan hidup bersama selama lebih dari tujuh dekade.

Menurut The Star, kisah keduanya bermula ketika masih menjadi mahasiswa kedokteran. Hubungan tersebut kemudian berlanjut hingga pernikahan pada 1956. Pada Agustus 2026, pasangan itu genap menjalani 70 tahun kehidupan pernikahan.

BACA JUGA  Buka Ta’aruf Kolosal UMSU, Wagub Sumut Dorong Mahasiswa Bangun Prestasi dan Kepedulian Sosial

Selama perjalanan tersebut, Siti Hasmah berada di sisi Mahathir dalam berbagai fase kehidupan, termasuk ketika Mahathir menjalani dua periode sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Namun, di balik statusnya sebagai istri perdana menteri, Siti Hasmah juga memiliki perjalanan profesionalnya sendiri sebagai seorang dokter dan tokoh di bidang kesehatan masyarakat.

Perpisahan di Tengah Penghormatan Terakhir

Setelah wafat, jenazah Siti Hasmah dibawa dari IJN ke kediaman keluarga di The Mines, Seri Kembangan. Dari kediaman tersebut, jenazah kemudian dibawa ke Masjid As-Syarif, Taman Sungai Besi Indah, untuk disalatkan.

Mahathir turut hadir bersama anak-anak dan keluarga mereka. Sejumlah tokoh negara serta masyarakat juga datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim bersama istrinya, Dr Wan Azizah Wan Ismail, turut hadir di Masjid As-Syarif. Anwar terlihat bersalaman dan berbincang singkat dengan Mahathir sebelum pelaksanaan salat jenazah.

BACA JUGA  KEKUASAAN TANPA MORAL AKAN MEMBAWA KEHANCURAN

Ribuan orang kemudian mengikuti salat jenazah. Bernama melaporkan bahwa jemaah memenuhi ruang utama masjid hingga meluber ke area luar. Selain keluarga dan pejabat negara, sejumlah mantan perdana menteri, anggota parlemen, tokoh masyarakat serta masyarakat umum turut hadir.

Dimakamkan di Pusara Negara

Usai salat jenazah, jenazah Siti Hasmah dibawa menuju Pusara Negara di Presint 20, Putrajaya.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan upacara kenegaraan. Jenazah dibawa oleh delapan personel Angkatan Tentara Malaysia dan Kepolisian Diraja Malaysia yang dipimpin Kapten Ahmad Saufi Md Isa dari Markas Angkatan Darat.

Siti Hasmah kemudian dimakamkan sekitar pukul 18.20 waktu setempat.

Setelah prosesi pemakaman, dilakukan penyerahan Jalur Gemilang sebagai bagian dari upacara penghormatan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan talkin oleh Imam Besar Masjid Putra, Dr Muhamad Zakuwa Rodzali.

BACA JUGA  Yaspend Mulia Medan Cetak Atlet Pelajar Berprestasi hingga Tingkat Nasional

Siti Hasmah dimakamkan bersebelahan dengan pusara Tun Endon Mahmood, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.

Bukan Sekadar Pendamping Mahathir

Kepergian Siti Hasmah tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Pemerintah dan masyarakat Malaysia mengenangnya atas perjalanan panjangnya sebagai dokter serta kontribusinya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Mahathir, kepergian tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan panjang bersama perempuan yang telah mendampinginya selama sekitar 70 tahun.

Dari bangku pendidikan kedokteran, kehidupan berkeluarga, hingga melewati berbagai fase perjalanan politik dan pemerintahan Malaysia, Siti Hasmah dan Mahathir menjalani sebagian besar hidup mereka bersama.

Kini, setelah Siti Hasmah dimakamkan di Pusara Negara, kisah panjang tersebut menjadi bagian dari catatan sejarah Malaysia—tentang seorang dokter, seorang ibu, dan sosok perempuan yang selama puluhan tahun berada di tengah perjalanan kehidupan salah satu tokoh politik paling dikenal di negara tersebut.*(Red01)*