MEDAN | Titik24.com
Ameriza Ma’aruf Moesa resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Jumat (9/10/2026). Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai melalui prosesi pengukuhan dan pisah sambut dengan pejabat sebelumnya, Rudy Brando Hutabarat.
Kegiatan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, lantai II Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor hadir menyaksikan prosesi tersebut.
Pengukuhan ini menjadi bagian penting dalam kesinambungan pelaksanaan tugas BI di Sumatera Utara, khususnya dalam menjaga stabilitas perekonomian, mengendalikan inflasi, serta memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi bersama pemerintah daerah.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan Sumatera Utara mempunyai potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia yang mampu menjalankan kebijakan pusat di daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efektivitas kebijakan ekonomi.
“Kami selalu berupaya menempatkan orang-orang kami yang luar biasa di Sumut, orang yang mampu mengimplementasikan kebijakan dari pusat ke daerah, sehingga kebijakan tersebut berjalan baik,” ujar Destry.

Di hadapan para undangan, Gubernur Sumut Bobby Nasution turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya pemerataan pembangunan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara masih menunjukkan kesenjangan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Bobby berharap kepemimpinan BI Sumut di bawah Ameriza dapat terus memperkuat kerja sama dengan Pemprov Sumut untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif, terutama bagi daerah yang masih menghadapi ketertinggalan pembangunan.
Ia secara khusus menyoroti empat kabupaten di Kepulauan Nias yang disebut masih tergolong tertinggal. Menurut Bobby, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar kesenjangan pertumbuhan ekonomi dapat dikurangi.
“Pertumbuhan tidak begitu merata, mungkin sekitar 10 kabupaten/kota, tantangannya di Sumut ada yang sangat baik sekali dan buruk sekali (pertumbuhan ekonomi), kita masih punya daerah tertinggal di Kepulauan Nias, mudah-mudahan kita bisa mengurangi ketimpangan itu,” katanya.
Bobby juga mengapresiasi sinergi BI dan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta menjaga inflasi. Ia menyebut perekonomian Sumut pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,98 persen.
Sementara itu, Ameriza Ma’aruf Moesa menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 5,11 persen pada 2026, dengan inflasi sekitar 3,1 persen.
Ia menyebut sektor ketenagakerjaan dan pariwisata sebagai potensi yang akan dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pencapaian proyeksi tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara BI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait.
Adapun Rudy Brando Hutabarat, dalam sambutannya, menekankan tiga unsur yang menjadi perhatian selama menjalankan tugas, yaitu kolaborasi, inovasi, dan sinergi. Ia mencontohkan koordinasi pengendalian inflasi dan upaya menjaga kestabilan harga bahan pangan sebagai bentuk kerja sama lintas sektor.
Acara pengukuhan dan pisah sambut tersebut dihadiri para kepala daerah se-Sumatera Utara, kepala perwakilan BI se-Sumatera, unsur Forkopimda Sumut, konsul negara sahabat, pimpinan instansi vertikal, rektor, akademisi, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumut.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjaga kesinambungan program BI Sumut dalam mendukung stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sinergi pembangunan daerah.*(Red01)*





