Medan,Titik24.com – Puluhan massa yang mengatasnamakan Garda Harapan Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (20/10/2026).
Aksi tersebut menyoroti dugaan pemalsuan ijazah Sarjana Hukum yang menyeret nama anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Jonatan Tarigan.
Massa mendesak adanya verifikasi terbuka terkait keabsahan dokumen pendidikan tersebut.
Koordinator aksi, Fikri Aulia, menegaskan persoalan ijazah pejabat publik bukan persoalan pribadi, melainkan menyangkut integritas lembaga legislatif.
“Bagi kami, persoalan keabsahan dokumen pendidikan seorang pejabat publik menyangkut integritas, kredibilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat,” ujar Fikri dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, Garda Harapan Sumut menyampaikan tujuh poin sikap:
1. Mendesak pemeriksaan dan verifikasi menyeluruh terhadap keabsahan ijazah atas nama Jonatan Tarigan.
2. Mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti secara profesional, independen, dan transparan.
3. Mendesak DPRD Sumut tidak pasif terhadap persoalan yang menyangkut integritas anggotanya.
4. Mendesak pihak terkait membuka hasil verifikasi kepada publik dengan tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.
5. Mendesak PDI Perjuangan memberikan klarifikasi terbuka.
6. Apabila terbukti ada pelanggaran, konsekuensi hukum dan administratif harus dijalankan tanpa pandang bulu.
7. Apabila tidak terbukti, hasil pemeriksaan juga harus dibuka agar tidak ada spekulasi dan fitnah yang berkelanjutan.
“Keadilan tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Transparansi harus berjalan bersama hukum,” tegas Fikri.
Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari pihak kepolisian. Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunandi Hutabarat terlihat turut mendampingi jalannya aksi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Sementara itu, Kasubag Humas DPRD Sumut yang menemui massa menyampaikan akan meneruskan aspirasi dan tuntutan tersebut kepada pimpinan DPRD Sumut untuk ditindaklanjuti.
Hingga aksi selesai, belum ada tanggapan resmi dari Jonatan Tarigan maupun Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut terkait dugaan tersebut.(Mi)





