Medan, Titik24 – Harga ayam potong di Pasar Marelan, Medan, terus merangkak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda akan turun. Kenaikan yang terjadi dalam sepekan terakhir ini dikeluhkan pedagang karena membuat pembeli sepi.
Pantauan di lapangan, harga ayam yang sebelumnya dijual Rp45.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp47.000 per kilogram. Kenaikan sebesar Rp2.000 per kilogram itu sudah bertahan selama satu minggu terakhir.
Pedagang ayam di Pasar Marelan, Khairul, mengaku kenaikan harga terjadi secara bertahap hampir setiap minggu. Ia menduga lonjakan ini dipicu oleh tingginya serapan ayam untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Gak ada turun, yang ada naik terus. Pokoknya tiap minggu naik karena MBG,” ungkap Khairul kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, dampak dari kenaikan yang tidak terkendali itu sangat dirasakan. Daya beli masyarakat menurun drastis, sehingga omzet harian pedagang ikut anjlok.
“Pembeli makin sepi. Orang mikir dua kali mau beli ayam sekilo kalau harganya naik terus,” keluhnya.
Khairul berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan stok di pasar tradisional. Jika harga stabil dan stok melimpah, ia yakin pembeli akan kembali normal.
“Harapan kami harga turun dan stabil, kemudian stoknya banyak agar pembeli stabil,” pungkasnya.
Program MBG yang tengah digencarkan pemerintah memang membutuhkan pasokan ayam dalam jumlah besar. Jika tidak diimbangi dengan penambahan pasokan dari peternak, dikhawatirkan akan terus memicu kenaikan harga di tingkat eceran dan membebani masyarakat kecil.(Mi)





