MedanReligiSumut

Gema Santri Nusa Dukung Gerakan Subuh Keliling Kapolri

×

Gema Santri Nusa Dukung Gerakan Subuh Keliling Kapolri

Sebarkan artikel ini
Gema Santri Nusa Dukung Gerakan Subuh Keliling Kapolri

MEDAN I Titik24 – Ketua Umum Gema Santri Nusa, KH. Akhmad Khambali, SE, MM, menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang ingin mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat melalui Gerakan Subuh Keliling dan Jum’at Keliling.

Menurut Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara yang juga Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini, gerakan tersebut merupakan terobosan positif sebagai ruang silaturahmi antara Polri, ulama, dan masyarakat.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh semangat Gerakan Subuh Keliling dan Jum’at Keliling. Ini bukan hanya kegiatan ibadah, tetapi menjadi sarana membangun kedekatan, komunikasi, dan kepercayaan antara Polri dengan masyarakat,” ujar KH. Akhmad Khambali di Medan. Minggu,(4/10/2026).

BACA JUGA  Pelindo Regional 1 Dorong Penghijauan Berbasis Masyarakat di Belawan

Ia menilai, keamanan tidak cukup hanya dijaga dengan pendekatan hukum, tetapi harus dibangun melalui silaturahmi, keteladanan, dan kebersamaan.

“Ketika polisi hadir di tengah masyarakat bersama ulama dan tokoh agama, maka akan tumbuh rasa saling percaya,” tegasnya.

KH. Akhmad Khambali yang juga Pembina Ponpes Tahfizhul Qur’an Roudhotul Ulum Paya Bakung, Hamparan Perak, Deli Serdang, menegaskan Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara siap berkolaborasi dengan Polda Sumatera Utara.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki kekuatan besar berupa jaringan masjid, pesantren, majelis taklim, dan komunitas masyarakat yang dapat menjadi mitra strategis Polri.

“Kami siap bersinergi dengan Polda Sumut. Kami siap menjadi bagian dari gerakan membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui masjid, pesantren, dan ruang sosial lainnya,” katanya.

BACA JUGA  Pemprov Sumut Perkuat Peternakan Maju dan Komitmen Bebas Rabies 2030

Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya seremonial, tetapi menjadi gerakan yang konsisten dan memberi manfaat nyata.

“Masjid jangan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang membangun persaudaraan, mencerdaskan umat, menangkal radikalisme, serta memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Gerakan ini, lanjut Kyai Khambali, sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang diusung Kapolri, yakni polisi yang hadir secara dekat, humanis, dan berorientasi kepada masyarakat.

“Polisi yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah mendengar. Ulama yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah membimbing. Ketika keduanya berjalan bersama, Insya Allah akan lahir masyarakat yang aman dan kondusif,” tutur Ketua Forum Kyai Tahlil itu.

Ia menawarkan konsep kolaborasi: _Dari Masjid Kita Bersilaturahmi, Dari Subuh Kita Bersinergi, Dari Jum’at Kita Berbagi, Bersama Polri Kita Jaga Negeri._

BACA JUGA  Pemprov Sumut-BBPOM Medan Perketat Pengawasan Pangan UMKM, Dorong Produk Tembus Pasar Ekspor

“Mari kita jadikan masjid sebagai titik temu Polri dan masyarakat. Kita kuatkan ukhuwah, kita jaga persatuan, dan kita bangun Sumatera Utara yang aman, damai, religius dan kondusif. Menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.(Rfs)