BELAWAN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha untuk melihat langsung potensi Pelabuhan Belawan sebagai salah satu simpul konektivitas perdagangan di kawasan Sumatera. Hal itu dilakukan melalui kunjungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai, Johor Port, serta sejumlah pelaku usaha dalam rangkaian Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) 2026, Rabu (9/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut kegiatan Business Matching IMT-GT 2026 yang berlangsung di Medan pada 7–10 September 2026. Selain mempertemukan pelaku usaha, rangkaian kegiatan tersebut juga membuka kesempatan untuk melihat secara langsung infrastruktur dan konektivitas yang dapat mendukung pengembangan perdagangan lintas wilayah.
Rombongan disambut Executive Director Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Jonedi Ramli bersama Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan Yusrizal. Turut hadir Ketua KADIN Kota Dumai Zulfan Ismaini, Head Container Commercial Department Johor Port Raj Nadarajan, Senior Manager Transaksi BRI Regional Office Medan Hanafi Ginting, serta sejumlah pelaku usaha dan peserta kunjungan.
Kegiatan diawali dengan peninjauan ke area Pelabuhan Belawan. Para peserta melihat secara langsung fasilitas, aktivitas operasional, layanan, serta konektivitas yang dimiliki pelabuhan. Setelah itu, rombongan mengikuti pemaparan mengenai profil dan potensi Pelabuhan Belawan, termasuk peluang pengembangan kerja sama di sektor kepelabuhanan dan perdagangan.
Executive Director Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Jonedi Ramli, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Pelabuhan Belawan secara lebih dekat kepada dunia usaha sekaligus membuka ruang pembicaraan mengenai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.
“Pelabuhan Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas dan aktivitas perdagangan di wilayah Sumatera. Melalui kunjungan ini, para pelaku usaha dapat melihat secara langsung fasilitas dan layanan yang tersedia sekaligus memperoleh gambaran mengenai potensi Pelabuhan Belawan yang dapat mendukung pengembangan aktivitas perdagangan,” ujar Jonedi.
Salah satu pembahasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah potensi konektivitas pelayaran Belawan–Johor Port. Jalur tersebut dinilai menjadi salah satu ruang yang dapat dijajaki untuk memperkuat konektivitas serta mendukung pergerakan barang antara Indonesia dan Malaysia.
Pembahasan konektivitas ini menjadi relevan dalam konteks IMT-GT, yang mendorong peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Bagi pelaku usaha, konektivitas pelabuhan bukan hanya menyangkut pergerakan barang, tetapi juga menyangkut efisiensi rantai logistik dan terbukanya akses pasar yang lebih luas.
Selain sektor kepelabuhanan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan dari BRI mengenai dukungan serta peluang pembiayaan bagi dunia usaha. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan business discussion, yang menjadi ruang bagi Pelindo, KADIN Kota Dumai, Johor Port, BRI, dan para pelaku usaha untuk bertukar informasi mengenai peluang bisnis yang dapat dijajaki lebih lanjut.
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengatakan kunjungan langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas kepelabuhanan sekaligus potensi konektivitas yang dimiliki Pelabuhan Belawan.
“Melalui kunjungan ini, para pelaku usaha dapat melihat langsung aktivitas dan fasilitas yang ada di Pelabuhan Belawan. Kami berharap pertemuan dan diskusi yang berlangsung dapat memberikan gambaran mengenai potensi Pelabuhan Belawan sekaligus membuka ruang bagi peluang bisnis yang dapat dikembangkan ke depan,” ujar Yusrizal.
Bagi Pelindo Regional 1, pertemuan tersebut tidak berhenti pada kunjungan lapangan. Dialog antara pengelola pelabuhan, pelaku usaha, lembaga perbankan, dan mitra dari Malaysia menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi kebutuhan dunia usaha sekaligus melihat kemungkinan pengembangan konektivitas perdagangan.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa agenda Business Matching IMT-GT 2026 tidak hanya berakhir pada pertemuan antarpelaku usaha. Infrastruktur logistik dan konektivitas menjadi bagian penting dalam memastikan peluang kerja sama yang dibicarakan dapat memiliki jalur untuk ditindaklanjuti.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pelindo Regional 1 berupaya memperkenalkan Pelabuhan Belawan sebagai bagian dari ekosistem perdagangan kawasan sekaligus membuka komunikasi yang lebih luas dengan pelaku usaha. Potensi konektivitas Belawan–Johor Port pun menjadi salah satu peluang yang kini terbuka untuk dikaji lebih lanjut dalam upaya memperkuat hubungan perdagangan dan aktivitas ekonomi lintas wilayah.





