Medan

Tidur di Lantai Kos, SPP Menunggak, Cinta Aissa Akhirnya Memperoleh Bantuan

×

Tidur di Lantai Kos, SPP Menunggak, Cinta Aissa Akhirnya Memperoleh Bantuan

Sebarkan artikel ini
Tidur di Lantai Kos, SPP Menunggak, Cinta Aissa Akhirnya Memperoleh Bantuan

MEDAN | TITIK24 — Kisah Cinta Aissa, siswi SMK Taman Siswa Medan yang sempat menghadapi persoalan tunggakan biaya sekolah, akhirnya mendapat perhatian dari masyarakat.

Informasi mengenai kondisi Cinta sebelumnya beredar melalui pemberitaan media online dan media sosial, dimana salah seorang pengurus Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS), Rahmadsyah menilai persoalan tunggakan biaya pendidikan semestinya tidak berujung pada tekanan terhadap siswa.

Rahmadsyah juga menyatakan AWAS membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu Cinta Aissa dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikannya.

“AWAS membuka donasi bagi masyarakat yang ingin bersedekah dan membantu Cinta Aissa yang saat ini mengalami kesulitan membayar uang sekolah,” ujarnya.

Cinta diketahui tinggal bersama ibunya, Nezza Safitri Nasution, serta tiga adik dan seorang kakaknya. Sementara ayahnya, Zulfikar, disebut berada di Aceh setelah kedua orang tuanya berpisah.

Nezza Safitri Nasution, disebut tengah menghadapi keterbatasan ekonomi. Menurut keterangan keluarga, sejumlah bantuan sosial yang sebelumnya diterima, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan lainnya, kini tidak lagi diterima.

Kondisi tersebut membuat keluarga Cinta kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan.

BACA JUGA  Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Masa Pemeliharaan Berakhir

Setelah pemberitaan, kabar tersebut kemudian sampai kepada Ketua Macan Asia Kota Medan, Suwarno.

Tergerak untuk membantu, Suwarno bersama sekretaris dan tim Macan Asia Kota Medan mendatangi kediaman keluarga Cinta di Jalan Seto, Gang Sentosa, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, pada Selasa (6/10/2026). Mereka menyerahkan bantuan untuk melunasi tunggakan 3 bulan uang SPP Cinta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membuat gadis cantik ini dapat kembali menjalani pendidikan dengan lebih tenang tanpa terbebani persoalan biaya sekolah.

“Kami ingin memastikan agar anak tersebut tidak lagi terkendala masalah biaya, sehingga dia bisa kembali melanjutkan pendidikan dengan tenang dan tidak lagi merasa tertekan oleh masalah keuangan yang menghalangi proses belajar-mengajar,” ujar Suwarno.

Menurut Suwarno, Macan Asia Kota Medan tidak ingin larut dalam persoalan yang sebelumnya terjadi di sekolah. Pihaknya lebih memilih mengambil langkah konkret dengan membantu kebutuhan pendidikan Cinta.

“Tugas kami adalah memastikan anak-anak yang berada dalam kesulitan ekonomi dapat kembali bersekolah tanpa ada hambatan lagi. Kami berusaha meringankan beban keluarga yang membutuhkan dukungan, khususnya dalam hal pendidikan. Semoga Macan Asia Kota Medan bisa lebih banyak membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan,” katanya.

BACA JUGA  Banjir Medan Berulang, Medan Utara dan Sungai Deli Jadi Sorotan

Tak hanya melunasi tunggakan SPP, Suwarno juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk keluarga Cinta.

Bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi keluarga Cinta yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi. Nezza Safitri Nasution, ibu Cinta, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian yang diberikan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Macan Asia Kota Medan yang telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Dengan bantuan ini, tunggakan SPP anak saya telah dilunasi dan pendidikan anak saya tidak terganggu lagi. Bantuan sembako juga sangat membantu kebutuhan makan kami sehari-hari,” tutur Nezza dengan penuh haru.

Di balik bantuan tersebut, terdapat gambaran kehidupan keluarga yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut pantauan di lapangan, Nezza Safitri bersama anak-anaknya saat ini tinggal di sebuah kamar kos. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut menjalani kehidupan sederhana, bahkan anak-anak mereka disebut tidur langsung di lantai kamar kos.

BACA JUGA  Jelang Konferensi PWI Sumut November, Farianda: Ini Pesta Gembira, Jangan Saling Fitnah dan Pecah Belah

Situasi itu membuat bantuan yang datang bukan sekadar pelunasan tunggakan sekolah. Bagi keluarga Cinta, bantuan tersebut juga menjadi ruang untuk bernapas dan kembali menatap pendidikan dengan harapan yang lebih baik.

Sebelumnya, persoalan Cinta sempat menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai tunggakan biaya sekolah dan persoalan keikutsertaan dalam ujian. Namun, Kabid Pembinaan SMK Swasta yang dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pihak sekolah akan memanggil orang tua Cinta dan menyebut berdasarkan keterangan kepala sekolah, Cinta tetap mengikuti ujian.

Terlepas dari persoalan tersebut, langkah Macan Asia Kota Medan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak selalu harus menunggu persoalan menjadi besar. Bagi keluarga yang sedang kesulitan, bantuan untuk melunasi biaya sekolah dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dapat menjadi dukungan penting agar seorang anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

Kini, Cinta tidak lagi dibebani tunggakan SPP tiga bulan. Harapannya sederhana: ia dapat kembali belajar, mengikuti proses pendidikan dengan tenang, dan terus mengejar cita-citanya tanpa harus memikirkan bagaimana keluarganya membayar biaya sekolah.