Setelah penantian panjang, Rockstar mulai membuka tabir Grand Theft Auto VI. Jason dan Lucia kini bersiap membawa pemain kembali ke Vice City, dalam sebuah dunia kriminal yang lebih luas, lebih hidup, dan menjadi salah satu peristiwa terbesar industri hiburan pada 2026.
VICE CITY bukan sekadar sebuah kota
Bagi jutaan penggemar gim di seluruh dunia, nama itu membawa ingatan tentang jalanan penuh lampu neon, mobil-mobil mewah, pantai tropis, dunia malam, dan kriminalitas yang dibungkus dalam satire khas Grand Theft Auto.
Kini, setelah lebih dari satu dekade sejak Grand Theft Auto V dirilis pada 2013, Rockstar Games bersiap membuka kembali pintu menuju dunia tersebut.
Kali ini, skalanya jauh lebih besar.
Grand Theft Auto VI atau GTA VI akan membawa pemain ke Leonida, sebuah negara bagian fiktif yang terinspirasi dari Florida. Di dalamnya terdapat Vice City—versi modern dari kota yang sebelumnya menjadi salah satu lokasi paling ikonik dalam sejarah seri Grand Theft Auto.
Namun, Rockstar tidak hanya menjual nostalgia.
Melalui materi terbaru bertajuk Grand Theft Auto VI: An Extended Look, Rockstar mulai memperlihatkan gambaran lebih jauh tentang dunia yang sedang mereka bangun. Video berdurasi hampir 27 menit itu menampilkan atmosfer Leonida, kehidupan Vice City, serta dua tokoh utama yang menjadi pusat cerita: Jason Duval dan Lucia Caminos.
Mereka bukan pahlawan
Jason dan Lucia adalah dua orang yang hidup di dunia yang tampaknya selalu menempatkan mereka di sisi yang salah. Sebuah rencana kriminal yang seharusnya sederhana berubah menjadi awal dari masalah yang jauh lebih besar. Keduanya kemudian terseret ke dalam jaringan kriminal yang membentang di seluruh Leonida.
Dalam situasi itu, mereka hanya memiliki satu pilihan: saling bergantung untuk bisa keluar hidup-hidup.
Kisah Jason dan Lucia menjadi salah satu perubahan paling menarik dalam formula GTA. Rockstar membangun cerita kriminal melalui dua karakter utama yang memiliki hubungan personal, sehingga dunia perampokan, pengejaran polisi, dan kekerasan khas seri ini juga dibungkus dengan dinamika hubungan dua orang yang menghadapi bahaya bersama.
Leonida yang Lebih Hidup
Dalam Extended Look, Rockstar memperlihatkan dunia yang tampak jauh melampaui sekadar kota untuk dijelajahi.
Jalanan Vice City dipenuhi lalu lintas dan keramaian. Pantai, kawasan perkotaan, perairan, hingga wilayah di luar kota membentuk sebuah negara bagian yang menjadi ruang utama permainan.
Sejumlah aktivitas juga tampak dalam materi tersebut, mulai dari pengejaran polisi dan baku tembak hingga aktivitas yang lebih santai seperti bermain basket dan menyelam.
Perhatian terbesar justru tertuju pada tingkat detail dunianya.
Rockstar selama ini dikenal membangun dunia terbuka yang dipenuhi interaksi dan kejadian-kejadian kecil. Dalam GTA VI, pendekatan itu tampaknya kembali menjadi fondasi utama. Leonida tidak hanya dirancang sebagai latar belakang sebuah cerita kriminal, tetapi sebagai dunia yang harus terasa hidup ketika pemain berada di dalamnya.
Itulah sebabnya GTA VI menjadi lebih dari sekadar sekuel.
Game ini membawa beban ekspektasi yang sangat besar.
Menunggu 19 November
Rockstar Games secara resmi menetapkan 19 November 2026 sebagai tanggal peluncuran GTA VI.
Tanggal tersebut menjadi penting setelah perjalanan panjang proyek ini mengalami perubahan jadwal. Rockstar sebelumnya memutuskan menambah waktu pengembangan untuk memberikan ruang lebih besar bagi penyempurnaan permainan.
Kini, dengan peluncuran Extended Look dan dimulainya masa pre-order, perhatian industri kembali tertuju pada satu pertanyaan: apakah GTA VI benar-benar akan hadir sesuai jadwal?
Sinyal yang muncul sejauh ini menunjukkan Rockstar dan perusahaan induknya, Take-Two Interactive, masih mempertahankan target tersebut.
Take-Two bahkan sebelumnya menyebut minat terhadap pre-order GTA VI sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Antusiasme itu memperlihatkan betapa besar posisi game ini, bukan hanya bagi Rockstar, tetapi juga bagi industri video game secara keseluruhan.
GTA V sendiri telah menjadi salah satu produk hiburan paling sukses sepanjang masa, dengan penjualan mencapai ratusan juta kopi.
Karena itu, GTA VI datang dengan ekspektasi yang nyaris tidak masuk akal.
Ia tidak hanya diharapkan menjadi game besar.
Ia diharapkan menjadi sebuah peristiwa global.
Lebih dari Sekadar Video Game
Ketika GTA V diluncurkan pada 2013, industri game berada dalam situasi yang sangat berbeda.
Media sosial belum berkembang seperti sekarang. Industri streaming belum sebesar hari ini. Konsol generasi baru belum ada. Cara orang bermain, menonton, berdiskusi, dan menciptakan konten tentang video game juga belum seperti sekarang.
GTA VI akan masuk ke dunia yang jauh berbeda.
Setiap trailer akan dianalisis. Setiap detail akan diperbesar. Setiap bocoran dapat menyebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan menit.
Karena itu, peluncuran GTA VI diperkirakan tidak hanya akan menjadi peristiwa bagi komunitas gamer.
Ia akan menjadi peristiwa budaya populer.
Vice City akan kembali menjadi pusat perhatian.
Jason dan Lucia akan membawa pemain memasuki sebuah kisah kriminal baru.
Dan ketika 19 November 2026 tiba, jutaan orang di berbagai belahan dunia kemungkinan akan melakukan hal yang sama: masuk ke Leonida untuk melihat seperti apa dunia baru yang telah dibangun Rockstar selama bertahun-tahun.
Setelah penantian panjang, pertanyaannya kini bukan lagi apakah GTA VI akan menjadi salah satu game paling besar tahun ini.
Pertanyaan sebenarnya adalah:
Seberapa besar dunia akan berubah ketika Vice City akhirnya kembali?