Religi

PERSATUAN DAN KEDAMAIAN

×

PERSATUAN DAN KEDAMAIAN

Sebarkan artikel ini
PERSATUAN DAN KEDAMAIAN

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT.

Hari ini kita berbicara tentang sesuatu yang sangat mahal, yaitu persatuan dan kedamaian.

Karena kalau persatuan hilang, bangsa menjadi lemah. Kalau kedamaian hilang, masyarakat hidup dalam ketakutan. Dan kalau persaudaraan rusak, maka yang menang bukan kita, tetapi mereka yang ingin melihat anak bangsa saling bermusuhan.

1. ISLAM MEMERINTAHKAN KITA UNTUK BERSATU

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)

Ayat ini sangat jelas. Allah tidak mengatakan hanya sebagian yang harus bersatu. Tetapi:

جَمِيعًا — SEMUANYA.

Artinya, persatuan harus menjadi tanggung jawab bersama.

1. Berbeda pilihan, jangan bermusuhan.

2. Berbeda organisasi, jangan saling membenci.

3. Berbeda latar belakang, jangan saling merendahkan.

4. Berbeda pendapat, jangan sampai memutus persaudaraan.

Kita boleh berbeda dalam pilihan, tetapi jangan berbeda dalam menjaga Indonesia.

Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan berbeda dalam menjaga kedamaian.

2. JANGAN MUDAH TERPROVOKASI

Allah SWT juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ini adalah prinsip tabayyun.

1. Jangan semua informasi langsung dipercaya.

2. Jangan semua video langsung disebarkan.

3. Jangan semua provokasi langsung diikuti.

4. Jangan karena satu berita yang belum jelas, kemudian kita membenci kelompok lain.

– Cek sebelum percaya.

– Tabayyun sebelum menyebarkan.

– Berpikir sebelum bertindak.

Karena provokasi yang kecil di media sosial bisa menjadi konflik yang besar di tengah masyarakat.

3. RADIKALISME DAN EKSTREMISME JANGAN DIBERI RUANG

Islam adalah agama rahmat.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Maka jangan sampai agama dijadikan alasan untuk menyebarkan kebencian, kekerasan, permusuhan, atau memecah belah anak bangsa.

BACA JUGA  JANGAN BIARKAN UMUR BERTAMBAH, TANPA AMAL IBADAH

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ

Beliau mengulanginya tiga kali.

“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan dalam agama.” (HR. Muslim)

Karena itu, kita harus menolak segala bentuk paham dan tindakan yang mengarah kepada kekerasan, kebencian, ekstremisme, dan upaya memecah persaudaraan bangsa.

– Jangan mudah terprovokasi.

– Jangan mudah mengkafirkan.

– Jangan mudah membenci.

– Jangan mudah menghakimi.

Dan jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk melakukan kekerasan.

4. ULAMA, UMARO, POLRI DAN UMAT HARUS BERKOLABORASI

Menjaga Sumatera Utara bukan pekerjaan satu pihak.

– Ulama punya peran memberikan pencerahan.

– Ulama harus terus mengajarkan Islam yang rahmatan lil-‘alamin, Islam yang santun, Islam yang mencintai persaudaraan, dan Islam yang menjaga kedamaian.

– Umaro atau pemerintah punya tanggung jawab menghadirkan kebijakan yang adil dan menjaga ketertiban masyarakat.

– Polri mempunyai tugas menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, dan mencegah potensi gangguan keamanan.

Dan umat adalah kekuatan terbesar di tengah masyarakat.

Maka harus ada sinergi:

ULAMA MEMBERI PENCERAHAN.

UMARO MEMBERIKAN PELAYANAN.

POLRI MENJAGA KEAMANAN.

UMAT MENJAGA PERSAUDARAAN.

Kalau empat kekuatan ini berjalan bersama, insya Allah Sumatera Utara akan semakin aman dan damai.

5. PERSATUAN ADALAH KEKUATAN

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Kemudian Rasulullah ﷺ menjalin jari-jari kedua tangannya.

“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti sebuah bangunan; sebagian menguatkan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah semangat yang harus kita bangun di Sumatera Utara.

– Bukan saling melemahkan, tetapi saling menguatkan.

– Bukan saling mencurigai, tetapi saling menjaga.

– Bukan saling menyebarkan kebencian, tetapi saling menebarkan kedamaian.

– Kalau ada saudara kita yang berbeda pendapat, kita dekati.

– Kalau ada yang salah, kita nasihati.

– Kalau ada yang terprovokasi, kita tenangkan.

– Kalau ada informasi yang belum jelas, kita tabayyun.

– Kalau ada potensi konflik, kita cegah bersama.

6. SUMATERA UTARA ADALAH RUMAH KITA BERSAMA

Sumatera Utara adalah rumah kita.

Di dalamnya ada berbagai suku, agama, budaya, organisasi, dan latar belakang.

Perbedaan itu bukan kelemahan.

Perbedaan adalah kekayaan apabila kita mampu merawatnya dengan persaudaraan.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللّٰهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

BACA JUGA  JANGAN BIARKAN UMUR BERTAMBAH, TANPA AMAL IBADAH

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Maka jangan jadikan perbedaan sebagai bahan permusuhan.

Mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Sumatera Utara.

7. JANGAN BIARKAN PROVOKATOR MEMECAH BELAH KITA

Hadirin yang saya muliakan.

Kita harus waspada terhadap siapa pun yang mencoba:

– menanamkan kebencian kepada kelompok lain;

– menyebarkan berita bohong dan provokasi;

– mengajak melakukan kekerasan;

– memecah hubungan antarumat beragama;

– mempertentangkan ulama dengan pemerintah;

– mempertentangkan masyarakat dengan Polri;

– atau mempertentangkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya.

Jangan beri ruang kepada provokasi.

– Ketika ada masalah, selesaikan dengan dialog.

– Ketika ada perbedaan, selesaikan dengan musyawarah.

– Ketika ada persoalan hukum, serahkan kepada mekanisme hukum.

Dan ketika ada potensi konflik, mari kita cegah bersama sebelum membesar.

8. PESAN UNTUK GENERASI MUDA

Anak-anak muda Sumatera Utara adalah masa depan bangsa.

– Jangan sampai media sosial menjadi pintu masuk kebencian.

– Jangan mudah percaya kepada akun yang mengajak permusuhan.

– Jangan mudah mengikuti ajakan yang mengarah kepada kekerasan.

Belajarlah agama kepada ulama dan guru yang memiliki sanad keilmuan dan akhlak.

Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, persaudaraan dan kedamaian.

Jadilah generasi yang cerdas secara digital, kuat secara spiritual, dan kokoh dalam kebangsaan.

Hadirin yang dirahmati Allah. Mari kita bangun Sumatera Utara dengan satu semangat:

SATU TEKAD, SATU LANGKAH, SATU PERSAUDARAAN.

Mari kita kuatkan kolaborasi:

ULAMA BERSAMA UMARO.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT.

UMAT BERSAMA UMAT.

Kita tolak radikalisme dan ekstremisme yang mengarah kepada kekerasan dan perpecahan.

– Kita lawan provokasi dengan tabayyun.

– Kita lawan kebencian dengan kasih sayang.

– Kita lawan perpecahan dengan persaudaraan.

– Kita lawan kekerasan dengan dialog dan hukum.

Dan kita jaga Sumatera Utara sebagai wilayah yang:

AMAN, DAMAI, RUKUN DAN KONDUSIF.

Karena menjaga kedamaian bukan hanya tugas pemerintah.

Menjaga kedamaian adalah ibadah dan tanggung jawab kita bersama.

Oleh : KH. Akhmad Khambali,SE,MM

Ketua Umum Gema Santri Nusa

Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara

Telah terbit Selasa, (1/9/2026)