Sumut

5 Tahun Mengabdi, FKDM Sumut Ucapkan Terima Kasih kepada Pemda: Deteksi Dini untuk Masyarakat Harus Dilanjutkan

×

5 Tahun Mengabdi, FKDM Sumut Ucapkan Terima Kasih kepada Pemda: Deteksi Dini untuk Masyarakat Harus Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
5 Tahun Mengabdi, FKDM Sumut Ucapkan Terima Kasih kepada Pemda: Deteksi Dini untuk Masyarakat Harus Dilanjutkan

MEDAN — Lima tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejak 2021 hingga 2026, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumatera Utara berupaya menjalankan amanah pengabdian dengan mengambil bagian dalam membaca berbagai dinamika dan potensi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Di penghujung masa pengabdian tersebut, Ketua FKDM Sumatera Utara, Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si., bersama jajaran pengurus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Sumatera Utara yang telah memberikan kepercayaan kepada FKDM untuk menjalankan tugas selama periode 2021–2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kesbangpol Sumut, Rabu (9/9).

Menurut Ismail, kepercayaan yang diberikan pemerintah bukan sekadar amanah kelembagaan, melainkan juga kesempatan bagi FKDM untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada FKDM Sumatera Utara untuk mengabdi selama lima tahun, dari 2021 sampai 2026. Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang telah kami jalankan bersama-sama,” ucapnya.

BACA JUGA  Wagub Sumut Ajak HKTI Ambil Peran, Gus Irawan : Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah

Selama periode tersebut, FKDM Sumut berupaya menjalankan fungsi kewaspadaan dini dengan menghimpun informasi dari masyarakat, membaca potensi persoalan, membangun komunikasi lintas elemen, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara cepat, persuasif dan konstruktif.

Bagi FKDM, kewaspadaan dini menjadi penting karena berbagai persoalan sosial umumnya memiliki tanda-tanda awal yang dapat dikenali apabila komunikasi antara masyarakat, pemerintah dan para pemangku kepentingan berjalan dengan baik.

Karena itu, FKDM Sumut terus membangun sinergi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Kita tidak ingin persoalan yang sebenarnya dapat dideteksi sejak awal kemudian berkembang menjadi lebih besar. Karena itu, kewaspadaan dini harus menjadi gerakan bersama. Masyarakat memiliki informasi, pemerintah memiliki kewenangan, dan FKDM menjadi salah satu bagian yang memperkuat komunikasi serta koordinasi tersebut,” jelasnya.

Deteksi Dini Jangan Berhenti

Memasuki berakhirnya periode pengabdian 2021–2026, Ketua FKDM Sumut yang juga Rektor Institut Kesehatan Helvetia itu berharap kegiatan kewaspadaan dini yang selama ini telah berjalan tidak berhenti, tetapi justru dilanjutkan dan diperkuat.

BACA JUGA  Risiko Tinggi di TPA Terjun, Pemko Medan Jamin 150 Pekerja dengan BPJS Ketenagakerjaan

Ismail menilai tantangan yang dihadapi masyarakat ke depan akan semakin dinamis. Perubahan sosial, perkembangan informasi dan berbagai persoalan di tengah masyarakat menuntut kemampuan untuk membaca potensi masalah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kami berharap kegiatan FKDM dalam mendeteksi dini serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat dapat terus dilanjutkan. Apa yang sudah baik selama ini jangan berhenti, tetapi justru harus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia menegaskan, keberadaan FKDM bukan untuk menciptakan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebaliknya, kewaspadaan dini harus ditempatkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Dengan komunikasi yang terbuka dan sinergi yang kuat, berbagai potensi persoalan diharapkan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik maupun gangguan terhadap ketertiban masyarakat.

Lima Tahun Pengabdian, Satu Semangat

Di penghujung masa tugas tersebut, Ismail juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran FKDM Sumut yang selama lima tahun telah bersama-sama menjalankan tugas dan pengabdian.

BACA JUGA  Risiko Tinggi di TPA Terjun, Pemko Medan Jamin 150 Pekerja dengan BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, apa yang telah dicapai FKDM selama periode 2021–2026 tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran serta dukungan berbagai pihak.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran FKDM Sumatera Utara. Lima tahun ini adalah perjalanan pengabdian bersama. Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan menjadi kontribusi positif bagi masyarakat dan dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” katanya.

Ia berharap semangat FKDM ke depan tetap berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat, yakni peka membaca persoalan, cepat mengenali potensi gangguan, membangun komunikasi dan mengedepankan penyelesaian secara damai.

Sebab, menurut Ismail, kewaspadaan dini pada hakikatnya bukan sekadar kemampuan membaca ancaman, tetapi juga kemampuan untuk peduli sebelum sebuah persoalan menjadi lebih besar.

“Kewaspadaan dini pada akhirnya adalah tentang kepedulian. Ketika masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen bersinergi, maka Sumatera Utara akan semakin kuat, aman dan kondusif,” pungkasnya.