Sumut

Wagub Sumut Ajak HKTI Ambil Peran, Gus Irawan : Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah

×

Wagub Sumut Ajak HKTI Ambil Peran, Gus Irawan : Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumut Ajak HKTI Ambil Peran, Gus Irawan : Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah
Wakil Gubernur Sumut, Surya diabadikan bersama Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmur, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dr H Sugiat Santoso, SE, SH, MSP, Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu, dan para Wakil Bupati/Walikota Se-Sumut, usai pelantikan DPD HKTI Provinsi Sumut serta DPC HKTI Se-Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Rabu (9/9/2026). (ist)

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menilai HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, terutama melalui peningkatan produksi, penguatan kelembagaan petani, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.

Hal itu disampaikan Surya saat menghadiri Musyawarah Daerah sekaligus Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Sumatera Utara periode 2026–2031 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Surya, pertanian memiliki posisi yang sangat strategis bagi perekonomian Sumatera Utara. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 25,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara serta menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 2,42 juta tenaga kerja atau sekitar 35,43 persen dari total tenaga kerja di Sumut.

Wagub Sumut Ajak HKTI Ambil Peran, Gus Irawan : Siap Berkolaborasi Dengan Pemerintah

Ia juga memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian Sumatera Utara. Berdasarkan prakiraan Kerangka Sampel Area (KSA) periode Januari–September 2026, luas panen padi diperkirakan mencapai sekitar 372.938 hektare, dengan produksi sekitar 1,96 juta ton gabah kering giling dan produktivitas rata-rata 5,26 ton per hektare.

Sementara itu, produksi jagung sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 949 ribu ton. Jumlah tersebut melampaui kebutuhan daerah yang berada di kisaran 875 ribu ton, sehingga Sumatera Utara mencatat surplus lebih dari 74 ribu ton.

Di sektor perkebunan, Sumatera Utara juga tetap menjadi salah satu sentra perkebunan nasional. Sejumlah komoditas unggulan mencatat produksi cukup besar, antara lain kelapa sawit sekitar 7,95 juta ton, karet 310 ribu ton, kelapa 102 ribu ton, kopi arabika 77,7 ribu ton, kopi robusta 10,3 ribu ton, kakao 37,3 ribu ton, serta aren sekitar 8 ribu ton.

Namun, Surya mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu ditangani bersama, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan beberapa komoditas pangan.

Produksi bawang merah, misalnya, saat ini baru mampu memenuhi sekitar 63,8 persen kebutuhan daerah. Sementara kebutuhan bawang putih dan kedelai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Karena itu, Surya mengajak HKTI mengambil peran lebih luas sebagai penggerak pembaruan sektor pertanian. Menurutnya, peningkatan produksi harus dilakukan melalui inovasi, perluasan budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

“HKTI harus terus hadir sebagai rumah besar petani, menjadi wadah yang memperkuat kapasitas, memperluas kesempatan, menyuarakan aspirasi, serta menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pertanian,” ujar Surya.

HKTI Dorong Regenerasi Petani

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Abdul Kadir Karding yang hadir melalui Zoom menyampaikan sejumlah hasil Munas HKTI ke-10 yang diharapkan menjadi rujukan kerja organisasi mulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, ranting hingga kelompok tani.

Abdul Kadir mengatakan HKTI perlu memperkuat organisasi petani melalui pendataan serta tata kelola organisasi yang baik. Selain itu, regenerasi petani harus menjadi perhatian serius mengingat mayoritas petani saat ini telah berusia senior.

Karena itu, menurutnya, perlu disiapkan generasi penerus melalui pengembangan petani muda dan petani milenial, termasuk melalui program magang agribisnis pertanian.

“Kalau kita tidak merencanakan dengan baik, ke depan tidak ada lagi yang bekerja di sektor pertanian. Karena itu, harus disiapkan kader petani muda, petani milenial, termasuk melalui magang agribisnis pertanian,” jelasnya seusai melantik kepengurusan DPD HKTI Sumut periode 2026–2031.

Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir, yang turut melantik 32 DPC HKTI se-Sumatera Utara, mengatakan HKTI lahir pada 1973 dan kini telah berusia 53 tahun.

Menurut Mulyono, perjalanan panjang HKTI menunjukkan konsistensi organisasi tersebut sebagai wadah untuk menampung sekaligus memperjuangkan aspirasi para petani.

Seiring berjalannya waktu, HKTI terus berkembang dan memperkuat perannya dalam menyuarakan kepentingan petani di berbagai daerah.

Ia menilai kekuatan utama HKTI justru berada pada struktur organisasi paling bawah, yakni kelompok tani. Karena itu, penguatan organisasi harus dimulai dari akar rumput hingga tingkat desa.

Gus Irawan: Pertanian Harus Jadi Sektor Superprioritas

Sementara itu, Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para pejuang petani dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Gus Irawan menegaskan sektor pertanian harus ditempatkan sebagai sektor superprioritas karena memiliki peran strategis terhadap perekonomian daerah sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi mayoritas masyarakat di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara.

Ia memastikan HKTI Sumut siap berkolaborasi dengan Pemprov Sumut maupun pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung berbagai program prioritas di bidang pertanian.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah hilirisasi komoditas unggulan Sumatera Utara, seperti kakao, kelapa, dan kopi, sehingga hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan daerah.

“HKTI Sumut siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Gus Irawan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding melantik pengurus DPD HKTI Sumut periode 2026–2031, yakni Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Sekretaris Muhammad Syah, dan Bendahara Kamsir Aritonang.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dr. H. Sugiat Santoso, SE, SH, MSP, Sultan Deli ke-14 Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam, Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution, Wakil Bupati Asahan Rianto, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Junita Rebeka Marbun, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, anggota DPRD Sumut, serta para pengurus 32 DPC HKTI se-Sumatera Utara.