Profil

Farianda Pertegas Makna Ungkapan Minang “Basamo Mangko Manjadi”

×

Farianda Pertegas Makna Ungkapan Minang “Basamo Mangko Manjadi”

Sebarkan artikel ini
Farianda Pertegas Makna Ungkapan Minang “Basamo Mangko Manjadi”
Foto Bersama Pengurus PKDP Sumut, Pengurus PKDP Kota Medan, 17/9/2026).

MEDAN | Titik24.com

H. Farianda Putra Sinik Tanjung, SE menegaskan bahwa ungkapan Minang “Basamo Mangko Manjadi” bukan sekadar rangkaian kata atau retorika, tetapi memiliki makna mendalam yang menjadi landasan penting dalam membangun kebersamaan masyarakat Piaman di perantauan.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada rapat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Medan dan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKDP Sumatera Utara, yang berlangsung di Cafe Warkop Simpang Bromo, Jalan Bromo, Medan, Kamis (17/9/2026) malam.

Menurut Farianda, ungkapan tersebut mengandung filosofi tentang pentingnya silaturahmi, gotong royong, kolaborasi, kebersamaan, kekompakan dan soliditas.

“Ungkapan itu maknanya sangat mendalam jika kita mau belajar dan memahami, baik secara tersurat maupun tersirat. Di sini terkandung filosofi silaturahmi, gotong royong, kolaborasi, kebersamaan dan kekompakan atau soliditas jika kita ingin PKDP ini besar dan berjaya sebagai wadah payung panji organisasi masyarakat Piaman di perantauan ini,” ujarnya.

Farianda juga mengajak seluruh masyarakat Piaman untuk menatap masa depan dengan meninggalkan berbagai persoalan masa lalu yang dinilai tidak baik bagi keberlangsungan organisasi.

BACA JUGA  AJO: Sapaan Yang Memanggil Pulang Ingatan

“Mari kita tatap masa depan dan buang jauh masa lalu yang tidak baik. Buang jauh sikap saling cimeeh atau merendahkan satu sama lain. Mari kita songsong 2026 sebagai tahun perubahan dan perkembangan PKDP, baik di Sumatera Utara maupun Kota Medan,” tegasnya.

Farianda Tak Maju Lagi sebagai Ketua DPW PKDP Sumut

Dalam kesempatan tersebut, Farianda juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan kembali maju sebagai Ketua DPW PKDP Sumatera Utara.

Keputusan itu disampaikannya setelah dirinya terpilih sebagai Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Sumatera Utara periode 2026–2031.

Ia berharap proses Muswil PKDP Sumut nantinya dapat melahirkan sosok pemimpin yang mampu membawa PKDP menjadi rumah bersama bagi masyarakat Piaman di perantauan.

Sementara untuk DPD PKDP Kota Medan, Farianda menyebut sosok Masrizal Manday masih layak dipertahankan untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya.

Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan diperlukan agar proses pembenahan dan penguatan organisasi dapat terus berjalan.

BACA JUGA  KEKUASAAN TANPA MORAL AKAN MEMBAWA KEHANCURAN

Tetap Orang Piaman

Meski tidak lagi maju sebagai Ketua DPW PKDP Sumut, Farianda menegaskan bahwa dirinya tetap menjadi bagian dari masyarakat Piaman dan akan terus memberikan kontribusi terbaik bagi PKDP.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa pengunduran dirinya dari kontestasi kepemimpinan DPW PKDP Sumut bukan berarti memutus hubungan dengan organisasi maupun masyarakat Piaman.

“Di akhir tahun ini, kita akan melaksanakan dua hajatan besar, yaitu Musyawarah Wilayah PKDP Sumut dan Musyawarah Daerah PKDP Kota Medan. Mari kita sukseskan dan sinergikan dengan petuah Minang: ‘Bulek aie dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik, barek samo kito pikua, ringan samo kito jinjiang, basamo kito mangko manjadi.’” pungkasnya.

Hadir Sejumlah Tokoh Piaman

Rapat tersebut turut dihadiri Masrizal Manday; Ketua DPD PKDP Kota Medan H. Agusmar Piliang; Dewan Penasehat PKDP Kota Medan Nazaruddin By. Adang Sikumbang; Ketua Dewan Ninik Mamak PKDP Kota Medan Ir. Syafaruddin Sikumbang; mantan Sekretaris PKDP Kota Medan Sofyan Piliang; Ketua Dewan Ninik Mamak Kelompok Alek Baralek Mardanus Jambak, SH; Ketua Forum Minang Sati Uncu Manday; Ketua Masyarakat Suku Manday H. Idral Fiter Tanjung, ST; Ketua Lintas Suku H. Hamdani Koto; serta Dewan Penasehat Kawan Salapau (KSL).

BACA JUGA  AJO: Sapaan Yang Memanggil Pulang Ingatan

Sejumlah pimpinan puak dan nagari masyarakat Pariaman juga tampak hadir, di antaranya dari VII Koto, IKGS, Ikasukur, PKUTK, Batu Gadang, serta kelompok Ninik Mamak Alek Baralek dari Rayon Bromo Ujung, Bromo Tengah, Mulajadi Saiyo, Gang Morning, dan PKM Tembung sekitar.

Hadir pula H. Syamsul Bahri Koto, SE selaku owner Cafe Warkop Simpang Bromo (WSB), bersama peserta rapat lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesepakatan bersama mengenai arah PKDP ke depan, khususnya dalam memperkuat kebersamaan, menjaga hubungan antarsesama perantau, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, pemerintah dan pembangunan di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.

Semangat tersebut kemudian kembali ditegaskan melalui filosofi “Basamo Mangko Manjadi”—bahwa kebersamaan dan mufakat menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang kuat serta menjaga persatuan masyarakat Piaman di perantauan.*(SS68)*