MOSKOW/KYIV — Upaya Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali perundingan damai Rusia-Ukraina berlangsung di tengah meningkatnya serangan militer. Dua utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, tiba di Moskow pada Sabtu (5/9/2026) untuk membawa proposal perdamaian, sehari setelah Rusia melancarkan serangan drone yang menghantam markas Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di Kyiv.
Trump sebelumnya mengatakan Witkoff dan Kushner dikirim ke Rusia dan Ukraina untuk melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan guna mengakhiri perang. Keduanya dijadwalkan bertemu dengan pejabat Rusia di Moskow sebelum melanjutkan perjalanan ke Kyiv untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Namun, sehari menjelang kedatangan kedua utusan tersebut, sebuah drone Rusia menghantam gedung pusat SBU di Jalan Volodymyrska, Kyiv. Presiden Zelenskyy mengatakan drone tersebut secara langsung menyasar kantor kepala badan keamanan Ukraina.
Serangan pada Jumat (4/9) itu menyebabkan sejumlah orang terluka. Laporan Reuters menyebut sedikitnya lima orang mengalami luka, sementara otoritas Kyiv kemudian melaporkan jumlah korban luka yang lebih tinggi. Gedung SBU berada di kawasan pusat Kyiv, dekat Katedral St. Sophia yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
Serangan tersebut terjadi ketika Washington tengah berupaya mendorong kembali proses diplomasi yang sebelumnya mengalami kebuntuan.
Presiden Zelenskyy mengatakan Ukraina bersedia menghentikan serangan udara selama kunjungan utusan Amerika tersebut dan meminta Rusia melakukan hal yang sama agar proses diplomasi dapat berlangsung dengan aman.
Rusia kemudian mengumumkan keputusan untuk menghentikan serangan terhadap Kyiv selama 72 jam. Jeda tersebut bertepatan dengan kunjungan Witkoff dan Kushner ke Rusia dan Ukraina.
Meski demikian, penghentian serangan itu tidak serta-merta berarti perang telah berakhir. Serangan Rusia dan Ukraina masih berlangsung di berbagai wilayah.
Dalam salah satu serangan terbaru, serangan Rusia di Kamianske, wilayah Dnipropetrovsk, dilaporkan menewaskan lima warga sipil. Ukraina juga terus melakukan serangan drone terhadap sasaran di wilayah Rusia.
Kunjungan Witkoff dan Kushner menjadi upaya terbaru pemerintahan Trump untuk membuka kembali jalur negosiasi setelah pembicaraan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan.
Trump menyebut keduanya membawa proposal konkret untuk mengakhiri perang, meskipun rincian proposal tersebut belum dipublikasikan. Sementara itu, Rusia dan Ukraina masih memiliki perbedaan mendasar, terutama mengenai wilayah yang disengketakan dan persoalan keamanan Ukraina.
Kondisi tersebut membuat misi diplomatik Washington berlangsung dalam situasi yang kontras: ketika utusan Amerika datang membawa proposal untuk mengakhiri perang, serangan Rusia terhadap Ukraina masih berlangsung.
Jeda 72 jam yang diperintahkan Putin kini menjadi ujian awal apakah misi diplomatik tersebut dapat membuka jalan menuju gencatan senjata yang lebih panjang atau hanya menjadi penghentian sementara di tengah perang yang masih terus berlangsung.





