MEDAN | titik24 – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–15 November mendatang, persiapan kontingen Kota Medan menuai sorotan. Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) mempertanyakan kejelasan koordinasi dan dukungan yang diberikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan setelah pengelolaan kontingen tidak lagi ditangani Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan.
Ketidakjelasan tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap persiapan atlet, terutama terkait kebutuhan perlengkapan pertandingan, fasilitas latihan, hingga program pemusatan latihan menjelang kompetisi.
Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Medan, Bobby O Zulkarnain, S.E., M.H., mengaku menyayangkan belum adanya kejelasan menyeluruh dari Dispora Medan mengenai mekanisme persiapan kontingen yang akan berlaga pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurut Bobby, informasi yang sejauh ini disampaikan Dispora Medan kepada pengurus cabor masih terbatas pada penyediaan fasilitas tertentu, seperti pakaian dan sepatu atlet. Sementara itu, pemantauan kesiapan masing-masing cabor serta kebutuhan pendukung lainnya belum mendapatkan kepastian.
“Belum ada (kejelasan). Dispora hanya memberikan kabar kepada cabor terkait persiapan fasilitas, seperti pakaian dan sepatu atlet. Sementara itu, untuk persiapan lainnya belum ada kejelasan dan masih seperti sebelumnya,” ujar Bobby kepada Tribun Medan.
Ia menilai, apabila Dispora Medan mengambil alih pengelolaan kontingen untuk Porprovsu XII 2026, tanggung jawab tersebut semestinya dilaksanakan secara menyeluruh. Hal itu mencakup perencanaan, koordinasi dengan pengurus cabor, hingga pemenuhan kebutuhan atlet sebelum pertandingan berlangsung.
Bobby mengingatkan bahwa persiapan kontingen tidak cukup hanya dengan menyediakan sejumlah perlengkapan. Dibutuhkan koordinasi dan pembagian tugas yang jelas agar setiap cabor dapat menyusun program latihan, mempersiapkan atlet, serta mengetahui bentuk dukungan yang akan diberikan pemerintah daerah.
“Kalau memang mau mengambil alih kegiatan Porprovsu ini, seharusnya menyeluruh. Jangan hanya fasilitas yang ada anggarannya saja,” tegasnya.
Menurut Bobby, Kota Medan yang memiliki potensi besar di bidang olahraga di Sumatera Utara seharusnya mampu mempersiapkan atlet secara maksimal. Terlebih, Porprovsu menjadi ajang penting bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperjuangkan prestasi bagi daerah.
Ia berharap Pemerintah Kota Medan memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan atlet agar target meraih gelar juara umum tidak sekadar menjadi harapan, tetapi didukung persiapan yang matang dan terencana.
Bobby juga meminta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melihat persoalan tersebut dari perspektif pembinaan dan prestasi olahraga, bukan berdasarkan kepentingan politik.
Menurutnya, para atlet yang akan bertanding membutuhkan kepastian dukungan agar dapat berkonsentrasi menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
“Kita berharap Pak Wali Kota juga bisa melihat ini dari sisi olahraganya, jangan dari sisi politiknya. Rata-rata atlet ini tidak mengerti berpolitik. Yang penting bagi mereka adalah bermain dan berprestasi,” katanya.
Bobby menambahkan, ketidakjelasan pembagian tugas dan koordinasi dalam persiapan kontingen berpotensi menyulitkan pengurus cabor menentukan langkah selanjutnya. Padahal, setiap cabor membutuhkan arahan yang jelas agar program pembinaan dan persiapan atlet dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing.
Ia berharap Dispora Medan segera menjelaskan mekanisme pengelolaan kontingen, termasuk pembagian tanggung jawab dan bentuk dukungan yang akan diberikan kepada setiap cabor.
“Kalau memang sejak awal Dispora mau memegang cabor sebagai peserta Porprovsu, seharusnya dilakukan dari awal. Dengan begitu, kami juga tahu harus melakukan apa untuk mengarahkan persiapan dan mewujudkan Medan menjadi juara umum,” ujarnya.
Pertina Medan Juga Pertanyakan Kejelasan Persiapan
Keluhan serupa disampaikan Ketua Pengurus Kota Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Medan, Adol Frian Rumaijuk. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Dispora Medan yang meminta pendataan atlet dan tim untuk kebutuhan Porprovsu XII 2026.
Namun, menurut Adol, permintaan pendataan tersebut belum disertai penjelasan mengenai kebutuhan teknis maupun bentuk dukungan persiapan yang akan diberikan kepada masing-masing cabor.
Ia menyebutkan, data yang diminta Dispora Medan sejauh ini meliputi nama pelatih, nama atlet, nomor rekening, dan jenis kelamin. Sementara itu, informasi mengenai kebutuhan perlengkapan pertandingan, pakaian atlet, serta pelaksanaan pemusatan latihan belum disampaikan secara jelas.
“Sejauh ini, Dispora kemarin ada menyurati kita untuk permintaan data tim. Namun, dalam surat itu tidak ada menyangkut peralatan pertandingan maupun kebutuhan lainnya. Untuk pemusatan latihan juga belum ada kejelasan,” ujar Adol.
Kondisi tersebut membuat pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai pola persiapan atlet tinju Medan menjelang Porprovsu.
Menurut Adol, pendataan atlet memang menjadi bagian penting dalam persiapan kontingen. Namun, langkah tersebut perlu diikuti dengan penjelasan mengenai dukungan anggaran, perlengkapan pertandingan, dan program latihan agar atlet dapat menjalani persiapan secara optimal.
Ia berharap Pemerintah Kota Medan segera memberikan respons serta menyampaikan jadwal dan mekanisme persiapan yang akan dijalankan. Dengan demikian, pengurus cabor dapat menyesuaikan program pembinaan dan mempersiapkan atlet sesuai kebutuhan pertandingan.
Adol juga berharap dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Medan untuk membahas persoalan tersebut dan memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut persiapan kontingen.
“Harapan kita bisa bertemu dengan wali kota, ada tindak lanjut. Namun, sampai saat ini belum ada respons ataupun jadwal yang jelas, sehingga kita juga semakin pesimis,” pungkasnya.
Dengan jadwal Porprovsu XII 2026 yang semakin dekat, kejelasan koordinasi dan dukungan terhadap setiap cabor menjadi hal penting untuk segera dituntaskan. Persiapan yang terarah dibutuhkan agar para atlet Kota Medan dapat berkompetisi secara maksimal dan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai target prestasi yang diharapkan.





