Religi

“PENGADU DOMBA ITU BERNAMA HOAKS”

×

“PENGADU DOMBA ITU BERNAMA HOAKS”

Sebarkan artikel ini
“PENGADU DOMBA ITU BERNAMA HOAKS”

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

DeliSerdang, Titik24 – Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya terlihat dari banyaknya ibadah kita, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga lisan, tulisan, jari-jari tangan, dan informasi yang kita sebarkan.

Pada kesempatan khutbah ini, marilah kita mengambil pelajaran dengan tema:“PENGADU DOMBA ITU BERNAMA HOAKS”

Jamaah yang dimuliakan Allah,Dahulu orang melakukan adu domba melalui perkataan dari mulut ke mulut. Hari ini, adu domba dapat dilakukan hanya dengan satu pesan WhatsApp, satu unggahan media sosial, satu video, atau satu komentar.Sebuah berita yang belum tentu benar dapat menyebar kepada ratusan bahkan ribuan orang hanya dalam hitungan menit.Inilah yang kita kenal dengan istilah hoaks, yaitu informasi yang tidak benar atau menyesatkan dan dapat menimbulkan kerusakan.

Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Al-Qur’an:QS. Al-Hujurat ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Latin:Yā ayyuhalladzīna āmanū in jā’akum fāsiqun binaba’in fatabayyanū an tushībū qauman bijahālatin fatusbihū ‘alā mā fa’altum nādimīn.

Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

BACA JUGA  Umar bin Khattab: Ketika Kekuasaan Membuat Seorang Pemimpin Takut

Jamaah rahimakumullah,Ayat ini mengajarkan kepada kita satu prinsip yang sangat penting: Jangan langsung percaya dan jangan langsung menyebarkan berita sebelum memastikan kebenarannya.Sebab, sebuah berita palsu bisa menghancurkan persaudaraan.Suami dan istri bisa bertengkar karena berita yang tidak benar. Saudara bisa bermusuhan karena fitnah.Tetangga bisa saling curiga.Masyarakat bisa terpecah.Bahkan umat Islam bisa saling membenci hanya karena informasi yang belum diperiksa kebenarannya.Karena itu, hoaks bukan sekadar masalah teknologi. Hoaks adalah masalah akhlak dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,Rasulullah SAW juga mengingatkan kita tentang bahaya menyampaikan setiap berita yang kita dengar.Rasulullah SAW bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang disebut sebagai pendusta apabila ia menceritakan semua yang didengarnya.”(HR. Muslim)Hadis ini sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang.Ketika kita menerima sebuah pesan, jangan berpikir:“Saya hanya meneruskan.”Justru ketika kita meneruskan berita yang belum jelas kebenarannya, kita ikut bertanggung jawab atas dampaknya.Maka sebelum menekan tombol “teruskan”, mari bertanya kepada diri sendiri:Apakah berita ini benar?Apakah sumbernya jelas?Apakah berita ini bermanfaat?Apakah berita ini dapat menyakiti atau memecah belah orang lain?Jika tidak jelas, maka berhenti sampai di kita.Jangan jadikan jempol kita sebagai alat untuk menyebarkan dosa.

Bahaya Namimah dan Adu Domba

Jamaah rahimakumullah,Dalam Islam, perbuatan mengadu domba dikenal dengan istilah namimah.Namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan dan menimbulkan permusuhan.Rasulullah SAW bersabda:

BACA JUGA  Pelindo Regional 1 Jadikan Maulid Nabi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.”(HR. Bukhari dan Muslim)Na’udzubillahi min dzalik.Kalau dahulu namimah dilakukan dengan membawa perkataan seseorang kepada orang lain, hari ini namimah dapat dilakukan melalui status, grup WhatsApp, Facebook, TikTok, YouTube, dan berbagai media lainnya.Maka jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana kebaikan justru menjadi sarana dosa.

Allah Melarang Prasangka dan Mencari Kesalahan

Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌArtinya:“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”Jamaah yang dimuliakan Allah,Jangan karena melihat sebuah potongan video, kita langsung membuat kesimpulan.Jangan karena membaca sebuah judul, kita langsung menghukum seseorang.Jangan karena menerima sebuah pesan, kita langsung menyebarkannya.Tabayyun adalah akhlak seorang Muslim.Tidak semua yang viral itu benar.Tidak semua yang banyak dibagikan itu benar.Tidak semua yang terlihat meyakinkan itu benar.Karena itu, mari kita biasakan saring sebelum sharing.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,Marilah kita kembali mengingat bahwa setiap kata yang kita ucapkan dan setiap informasi yang kita sebarkan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.Allah berfirman dalam QS. Qaf ayat 18:مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌArtinya:“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”Jika ucapan saja dicatat oleh malaikat, bagaimana dengan tulisan yang kita sebarkan?Bagaimana dengan berita yang kita teruskan?Bagaimana dengan tuduhan yang kita tuliskan?Maka marilah kita menjaga lisan dan jari-jari kita.Jangan menjadi penyebar hoaks.Jangan menjadi penyebar fitnah.Jangan menjadi pengadu domba.Jadilah orang yang membawa kedamaian.Jika menerima berita yang meragukan, tabayyunlah.Jika berita itu benar tetapi tidak bermanfaat, tidak perlu disebarkan.Jika berita itu salah, jangan diteruskan.Dan jika kita pernah menyebarkan berita yang ternyata salah, maka segera hentikan penyebarannya, klarifikasi, dan mohon ampun kepada Allah SWT.

BACA JUGA  Bukan Sekadar Seremonial, Pemko Medan Dorong Remaja Masjid Al Ikhlas Perbanyak Program Positif

DOA

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta dosa seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.Ya Allah, jauhkanlah kami dari perkataan dusta, fitnah, namimah, dan berita yang tidak benar.Ya Allah, berikanlah kepada kami kemampuan untuk melakukan tabayyun sebelum menerima dan menyebarkan berita.Ya Allah, jadikanlah lisan kami sebagai lisan yang membawa kebaikan dan kedamaian.Jauhkanlah keluarga dan masyarakat kami dari permusuhan dan perpecahan.Satukanlah hati kami dalam iman dan takwa kepada-Mu.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Penulis: Ustadz Muhammad Iwan Tarigan 

Pegiat Dakwah Muda. Staf Pengajar di SMP Nahdlatul Ulama Deli Serdang.

Staf Pengajar di Pondok Pesantren Darul Hasanah Desa Petangguhan – Galang Kab. Deli Serdang.

Edisi : Jumat (11/9/2026).