LOS ANGELES — NBA menjatuhkan sanksi berat kepada Los Angeles Clippers setelah penyelidikan independen menemukan pelanggaran aturan salary cap terkait upaya mendapatkan penghasilan di luar lapangan bagi bintang mereka, Kawhi Leonard.
Dalam keputusan yang diumumkan NBA pada 2 September 2026, Clippers didenda US$30 juta dan harus kehilangan lima hak pilih putaran pertama NBA Draft untuk tahun 2029 hingga 2033. Hukuman tersebut menjadi salah satu sanksi terberat yang pernah dijatuhkan NBA terhadap sebuah klub.
Pemilik Clippers, Steve Ballmer, juga dijatuhi larangan terlibat dalam seluruh aktivitas liga dan klub selama satu tahun. NBA menyatakan Ballmer diketahui berupaya membantu Leonard memperoleh peluang pendapatan di luar lapangan serta menyetujui kesepakatan bisnis yang menjadi prasyarat bagi salah satu perusahaan untuk membuat kesepakatan endorsement dengan Leonard.
Penyelidikan dilakukan secara independen oleh firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz. NBA menyebut penyelidikan menemukan pola pelanggaran dan sejumlah pelanggaran serius terhadap aturan salary cap.
Menurut temuan NBA, Clippers memprakarsai peluang pendapatan di luar lapangan bagi Leonard melalui sejumlah perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan klub, termasuk Aspiration Partners, Boingo Wireless, Daktronics, dan Lockton Insurance.
Clippers juga disebut memfasilitasi kesepakatan endorsement antara perusahaan-perusahaan tersebut dengan Leonard serta memberikan atau menjanjikan hubungan bisnis dengan perusahaan yang bersangkutan.
Selain itu, penyelidikan menemukan adanya pembayaran sejumlah pengeluaran pribadi Leonard dan orang-orang yang mewakilinya oleh pihak Clippers.
Aturan salary cap NBA dirancang untuk membatasi pengeluaran klub terhadap pemain dan menjaga keseimbangan kompetisi di antara tim-tim liga. Karena itu, upaya memberikan kompensasi tambahan melalui jalur di luar kontrak pemain dapat dikategorikan sebagai salary cap circumvention atau upaya menghindari batas gaji.
Leonard sendiri dijatuhi denda US$700.000. Sementara itu, Presiden Business Operations Clippers Gillian Zucker diskors tanpa bayaran selama satu tahun dan Presiden Basketball Operations Lawrence Frank diskors selama enam bulan.
Mantan manajer bisnis Leonard, Dennis Robertson, juga dilarang melakukan kegiatan bisnis dengan NBA dan afiliasinya selama lima tahun.
NBA kemudian mewajibkan Clippers menjalani program kepatuhan dan pemantauan selama lima tahun untuk memastikan organisasi tersebut mematuhi aturan liga.
Komisioner NBA Adam Silver mengatakan pelanggaran tersebut serius karena sistem yang mengatur kompensasi pemain merupakan bagian fundamental dari kompetisi NBA.
“Saya sangat kecewa dengan pelanggaran aturan yang mencolok serta kegagalan institusional dan kepemimpinan Clippers yang menyebabkan terjadinya pelanggaran ini,” kata Silver dalam pernyataan resmi NBA.
Clippers menolak temuan NBA dan menyatakan keberatan terhadap proses penyelidikan tersebut. Klub dilaporkan berencana menantang sanksi itu melalui mekanisme arbitrase.
Sanksi tersebut diperkirakan berdampak panjang terhadap masa depan Clippers. Selain kehilangan lima pilihan putaran pertama, klub sebelumnya juga tidak memiliki hak pilih putaran pertama pada NBA Draft 2027 dan 2028 akibat transaksi sebelumnya.
Dengan demikian, Clippers menghadapi keterbatasan besar dalam membangun kembali skuad melalui jalur draft pada tahun-tahun mendatang.





