Hukum & Kriminal

Geger! Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Sakit Usai Santap MBG, SPPG Polres Asahan Disuspend

×

Geger! Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Sakit Usai Santap MBG, SPPG Polres Asahan Disuspend

Sebarkan artikel ini
Geger! Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Sakit Usai Santap MBG, SPPG Polres Asahan Disuspend
Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

ASAHAN | Titik24.com

Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami mual, pusing, sakit perut hingga muntah. Sejumlah siswa kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kisaran untuk mendapatkan penanganan medis. Laporan awal dari pihak sekolah menyebut sekitar 30 siswa terdampak, sementara perkembangan berikutnya menyebut 22 siswa menjalani perawatan.

Peristiwa tersebut terjadi setelah siswa mengonsumsi paket MBG yang dibagikan di sekolah. Menu yang dilaporkan antara lain ayam rendang, orek/tempe, sambal serta acar timun dan wortel.

Muncul Keluhan Setelah Santap MBG

Pihak MTsN 2 Kisaran mengungkapkan makanan MBG dibagikan sekitar pukul 11.30 WIB dan mulai dikonsumsi siswa sekitar pukul 12.00 WIB.

Sekitar satu jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan pusing, mual hingga muntah. Para siswa yang membutuhkan penanganan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan.

BACA JUGA  Tertimpa Batang Pohon, Pedagang Lukisan di Lapangan Merdeka Binjai Tewas

Sebagian siswa mendapat perawatan di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, sementara lainnya dilaporkan mendapat penanganan di rumah sakit lain.

Polisi Ambil Sampel Makanan

Kasus tersebut kini ditangani Polres Asahan. Kasi Humas Polres Asahan AKP Herli Damanik mengatakan polisi telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa guna mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Polisi menegaskan belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Belum bisa kita pastikan, kita masih penyelidikan. Nanti dugaan penyebabnya akan kami sampaikan,” kata Herli.

Polres Asahan juga disebut belum memastikan SPPG yang menyediakan makanan tersebut ketika penyelidikan awal dilakukan.

SPPG Polres Asahan Disuspend

Perkembangan terbaru, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Asahan yang disebut memasok makanan MBG ke MTsN 2 Kisaran.

BACA JUGA  Pisah Sambut Dandim 0201/Medan: Polres Deli Serdang Hadir di Ballroom Santika Dyandra

Penghentian sementara dilakukan selama proses investigasi untuk mengetahui penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa. BGN juga telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

Wakil Bupati Asahan Rianto turut meninjau kondisi siswa yang mendapatkan perawatan. Dalam perkembangan terbaru, jumlah siswa yang mendapatkan perawatan dilaporkan sebanyak 22 orang.

Siapa Penanggung Jawab SPPG?

Berdasarkan data SPPG Polres Asahan yang tercantum pada Pantau MBG, nama Erda Indah Pratiwi tercatat sebagai penanggung jawab SPPG Polres Asahan.

Nama Erda Indah Pratiwi juga tercantum sebagai Kepala SPPG 1 Polres Asahan dalam pemberitaan mengenai kunjungan Kapolres Asahan ke dapur SPPG 1 di Jalan Ahmad Yani, Kisaran Naga, pada Oktober 2025.

Namun, status sebagai penanggung jawab atau kepala SPPG tidak berarti Erda Indah Pratiwi telah dinyatakan bertanggung jawab atas kejadian dugaan keracunan tersebut.

BACA JUGA  Kejari Medan Dalami Dugaan Korupsi Dana BLUD Rp23,8 Miliar di RSUD Dr Pirngadi

Sampai saat ini, belum ditemukan keterangan resmi dari kepolisian atau BGN yang menyatakan adanya kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh Erda. Penentuan tanggung jawab harus menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

Menunggu Hasil Laboratorium

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan makanan yang diberikan kepada pelajar melalui program MBG.

Pemeriksaan sampel makanan menjadi penting untuk memastikan apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan para siswa mengalami keluhan kesehatan.

Publik juga menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan, standar pengolahan makanan, proses distribusi, serta mekanisme pengawasan SPPG yang memasok makanan ke MTsN 2 Kisaran.

Untuk saat ini, kasus tersebut masih berstatus dugaan. Penyebab pastiy belum dinyatakan secara resmi dan proses investigasi masih berjalan.*(Sik07)*