Jakarta – BPJS Kesehatan mendorong peningkatan mutu…
BERITA TERBARU
KAMAK Apresiasi Pernyataan Ricky Antony soal Pengawasan DPRD Sumut: Pokir Jangan Jadi Celah Kepentingan Pribadi
MEDAN — Pernyataan anggota DPRD Sumatera Utara,…
Situasi Terkendali, Tidak Ada Demo Besar Mahasiswa di Jakarta Hari Ini; Buruh Prioritaskan Dialog soal RUU Ketenagakerjaan
Jakarta– Situasi di Ibu Kota pada Rabu, 16…
Titik24
20 KOPER UANG RATUSAN MILIAR, NAMA NUSRON TERSERET Kornas KAMAK: Jika Terbukti Milik Nusron, Tangkap! Jangan Ada Tebang Pilih
JAKARTA — Temuan sekitar 20 koper, kardus…
Geger! Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Sakit Usai Santap MBG, SPPG Polres Asahan Disuspend
ASAHAN | Titik24.com Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri…
Kejar PAD, Pemkab Deli Serdang Sisir Komplek Elit Cemara Asri
DeliSerdang, Titik24 – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyisir…
Kretifitas dalam Pemanfaatan lahan tidur, Puskesmas Siabu Panen Semangka.
MandailingNatal, Titik24 – Unit pelayanan terpadu pusat kesehatan…
Azmi Hadly: Jika Nama Disebut di Persidangan, Periksa! Jangan Ada yang Kebal Hukum
MEDAN – Kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024…
OTT KPK di Jabodetabek: 20 Koper Uang, 17 Orang Diciduk — Ada Apa di Balik HGB Bogor?
JAKARTA — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi…
Belum Kering Air Mata Korban Sebelumnya, Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Karo
KARO – Belum selesai penanganan dan pengusutan kasus…
PKB dan NasDem Walk Out dari Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota KPID Sumut, Soroti Perubahan Agenda
Medan -Proses uji kelayakan dan kepatutan calon…
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, LBH Medan Desak Polda Sumut Usut hingga Minta Program Dihentikan
MEDAN — Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makanan…
Gudang Bekas Usaha Kayu Diduga Jadi Tempat Penyimpanan LPG 3 Kg, Ketua Gen Z Sumut Minta Diperiksa
DELI SERDANG — Sebuah gudang di Jalan Industri…
KEBERANIAN SEORANG NEGARAWAN, BERANI MENGHADAPI LAWAN DI MEJA KONSTITUSI
Oleh: H. Syahrir Nasution, SE, MM Sutan…
DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo
Medan –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Utara meminta penanganan medis terhadap puluhan siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dilakukan secara cepat dan tepat. Keselamatan para siswa harus menjadi prioritas utama, sementara penyebab kejadian tetap perlu ditelusuri secara menyeluruh. Sekitar 30 siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, pusing dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG pada Senin (14/9/2026). Sejumlah siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Aparat kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel makanan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs. Rapidin Simbolon, M.M., mengatakan proses penyelidikan tidak boleh menghambat penanganan terhadap para siswa. Menurutnya, setiap korban harus mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan medis sesuai kondisi masing-masing, termasuk apabila membutuhkan observasi maupun perawatan lebih lanjut. “Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa anak-anak kita di MTsN 2 Kisaran. Program Makan Bergizi Gratis tujuannya tentu untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, bukan justru menimbulkan persoalan kesehatan. Karena itu, saya meminta seluruh siswa yang terdampak mendapatkan penanganan medis secara cepat, tepat dan maksimal” kata Rapidin di Medan, Selasa (15/9/2026). Rapidin meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan hingga rumah sakit, memastikan koordinasi berjalan baik. Menurutnya, kondisi pasien harus menjadi dasar dalam menentukan tindakan medis, sehingga apabila seorang siswa membutuhkan layanan lebih lanjut, keputusan rujukan dapat dilakukan tanpa menunggu kondisi semakin memburuk. Ia juga mengingatkan agar pengalaman dalam penanganan kasus dugaan keracunan di Kabupaten Karo menjadi pelajaran penting. Rapidin tidak ingin terjadi kembali keterlambatan dalam mengambil keputusan medis maupun persoalan koordinasi yang berpotensi membuat korban tidak segera memperoleh layanan yang dibutuhkan. “Kita sudah punya pengalaman dari kasus serupa di Kabupaten Karo. Jangan sampai kasus seperti itu terulang lagi di Kabupaten Asahan. Kalau ada anak yang kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan menunggu sampai kondisinya kritis baru dirujuk. Kalau memang secara medis harus dirujuk, segera lakukan rujukan. Jangan ada persoalan birokrasi atau prosedur yang justru menghambat keselamatan pasien,” tegas Rapidin. Lebih lanjut, Rapidin meminta agar rumah sakit tujuan rujukan ditentukan berdasarkan kebutuhan medis pasien, bukan semata-mata karena pertimbangan administratif. Apabila fasilitas kesehatan tempat pasien pertama kali ditangani tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan, pasien harus segera mendapatkan akses ke rumah sakit dengan fasilitas dan tenaga medis yang lebih lengkap….
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.